Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

Semangat Hijrah di Jalan Gunungsari dan Dinoyo.
Senin, 17-09-2018 | 18:02 wib
Oleh : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com, Kemarin (16/9) Saya berbicara dalam sebuah forum diskusi Rembug Kebangsaan di kediaman Prof. Dr. Suparto Wijoyo, dosen Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Airlangga Surabaya. Hadir dalam forum itu adalah beberapa tokoh Jawa Timur. Diantaranya adalah Yusron Aminulloh (Direktur MEP Institute, yang juga adik Emha Ainun Najid), Isa Ansori (anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur, yang belakangan disebut sebagai salah satu staf ahli Bappeko kota Surabaya), serta Addin Chadiri (mantan pembaca berita senior TVRI Jawa Timur). Forum diskusi itu mengangkat tema "hijrah itu melangkah".

Berangkat dari tema itu, yang kemudian saya kaitkan denga isu terkini di kota pahlawan Surabaya, saya melihat bahwa di sana ada semangat Hijrah. Bahwa semangat dalam menjaga sejarah kepahlawanan, yang tertoreh di jalan Gunungsari dan Dinoyo, adalah semangat yang terinspirasi dari semangat Hijrah Nabiullah Muhammad SAW. Hijrah pada hakekatnya adalah menjaga Jalan Allah dan Jalan Allah itu tidak lain adalah agama Islam.

Hijrah memang memiliki kaitan erat dengan Rasulullah Muhammad SAW, Nabi di akhir jaman yang membawa dan menyampaikan agama Islam kepada umat manusia. Secara fisik, makna hijrah ini dapat dimengerti dari peristiwa perpindahan Nabi Muhammad dari kota kelahirannya, Makkah, ke kota Yasrib atau Madinah. Perjalanan dari Makkah ke Madinah ini bukanlah perjalanan yang mudah kala itu. Selain jarak antara Makkah dan Madinah yang cukup jauh, kira-kira 490 km, medan perjalanan ini masih gurun pasir yang tandus, berdebu, serta panas. Kala itu, tahun 662, belum ada sarana bus, kereta api maupun pesawat udara seperti sekarang. Hewan onta adalah sarana transportasinya. Subbahanallah! Nabi Muhammad beserta para sahabatnya akhirnya selamat sampai di kota tujuan. Yakni Madinah. Sebuah kota yang masyarakatnya sangat ramah dan beradab.

Jika dilihat dari sudut pandang spiritual, hijrah Nabi ini adalah upaya mulia dalam menjaga dan menegakkan Jalan Allah. Jalan Allah tidak lain adalah agama Islam. Selama masih di Makkah, kota kelahirannya, agama Islam banyak ditentang oleh kaum Quraisy. Kaum kafir Quraisy dengan gencar terus melakukan desakan. Bahkan intimidasi terjadi setiap waktu. Akibatnya, Nabi melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Sementara umatnya tidak tenang dalam menjalankan ibadahnya. Karenanya, umat Islam hijrah. Nabi Muhammad hijrah ke Yasrib atau Madinah.

Kalau disimak dengan seksama, sebenarnya Hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah memiliki dasar pemikiran yang sama dengan upaya warga kota Surabaya, yang berjuang menjaga dan melindungi keutuhan sejarah kepahlawanan di jalan Gunungsari dan Dinoyo. Yakni menyelamatkan JALAN, yang menyimpan sejarah kepahlawanan kota Surabaya, yang juga dikenal dengan nama Kota Pahlawan.

Dasar pemikiran yang sama itu adalah upaya penyelamatan. Yakni penyelamatan jalan dan penyelamatan identitas. Di jaman Rasullullah, penyelamatan itu dimengerti sebagai penyelamatan Jalan Allah, yang berarti agama Islam. Sementara, di jaman milenial, tepatnya di Surabaya, penyelamatan itu dimengerti sebagai penyelamatan jalan Gunungsari dan Dinoyo, yang berarti simbol sejarah kepahlawanan kota Surabaya.

Belakangan ini jalan Gunungsari dan Dinoyo keberadaannya terancam oleh sebuah kebijakan, yang mengatasnamakan payung rekonsiliasi budaya. Melihat ancaman, yang bersifat birokratis dan struktural ini, warga kota yang mengerti arti penting jalan Gunungsari (dan Dinoyo) sebagai identitas lokal, berupaya keras melalukan penolakan terhadap perubahan nama jalan demi menjaga keutuhan sejarah Gunungsari, sejarah kepahlawanan kota Surabaya, seperti halnya dulu Rasulullah menjaga Jalan Allah, Islam.

Pada penyelamatan di kedua makna "jalan" itu memang terdapat cara-cara yang berbeda. Di era Rasulullah, umat Islam berpindah dari Makkah ke Madinah. Sementara, di era milenial, pemerhati sejarah Surabaya melakukan penolakan yang bertanggungjawab. Yaitu penolakan yang disertai dengan argumentasi ilmiah yang disertai dengan sejumlah solusi alternatif. Keduanya memiliki semangat yang sama. Yakni menyelamatkan "jalan", yang berarti identitas. Identitas muslim adalah agama Islam. Sedangkan identitas kota Surabaya adalah sejarah kepahlawanan. Maka mempertahankan agama Islam dan menjaga identitas kepahlawanan bagi warga kota Surabaya menjadi keharusan. Itu menurut saya. Anda?

Maka, sangat beralasan dan dapat dimaklumi jika warga Surabaya melalui Paguyuban MasTRIP Jatim dan Komunitas Peduli Sejarah Surabaya juga melakukan hijrah untuk menyelamatkan nama Jalan Gunungsari dan Dinoyo. Hijrah memang harus melangkah. Melangkah yang harus didasari akan kebenaran dan keberanian. Mereka patut takut melangkah, jika mereka tidak punya dasar kebenaran. Mereka patut tidak berani melangkah, jika mereka tidak memiliki sumber-sumber sejarah yang benar tentang apa yang terjadi di jalan Gunungsari.

Namun, ketika mereka memiliki dasar-dasar kebenaran sejarah yang bersumber dari sumber-sumber sejarah, maka sudah selayaknya mereka harus melangkah, harus hijrah demi kebaikan untuk semua yang tidak hanya sekarang tapi untuk masa depan. Hal demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah ketika harus hijrah dari Makkah ke Madina demi selamatnya agama Islam.

Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah menjadi peristiwa besar bagi umat Islam. Kisah itu punya makna mendalam bagi muslimin dunia. Peristiwa itu kemudian menjadi awal tahun kalender Islam dan diperingati hingga sekarang. Selamat tahun baru Hijriah 1440. (yos)

Berita Terkait


Mas TRIP Jatim dan Gubernur Jatim Bahas Perubahan Nama Jalan

Semangat Hijrah di Jalan Gunungsari dan Dinoyo.

Belajarlah Sejarah Agar Tidak Hilang Jati Dirimu

Diskusi Sejarah yang Mencerahkan


Tolak Perubahan Nama Jalan, Pejuang Veteran Ikut Geruduk Kantor Dewan

Tak Setuju Perubahan Nama Jalan, Begini Sikap Fatchul Muid

Menakar Polemik Perubahan Nama Jalan di Era Reformasi Birokrasi Pakde Karwo

Warga Tolak Perubahan Nama Jalan Dinoyo dan Gunungsari
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber