Berita Terbaru :
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
KPU Ngawi Segera Lanjutkan Tahapan Pilkada
Hasil Grebek Rapid Tes, Ditemukan Satu Pedagang di Pasar Lamongan Positif Covid 19
Puluhan Tahanan Polres Jalani Rapid Test Massal Mendadak
Penyekatan Kendaraan di Jalur Perbatasan Jatim - Jateng
Dievaluasi, Kualitas Beras BPNT di Tuban Dikabarkan Tak Layak Konsumsi
Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Izin Tak Lengkap, Satpol PP Segel Usaha Budidaya Ayam Potong
Kemenag Masih Kordinasi Pembukaan Tempat Ibadah
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
KAI Jatim : Dokter "Whistleblower" Covid-19 Surabaya Harus Didukung
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
   

Sopir Taksi Online Sambut Gembira Permenhub No. 108/2017 Dicabut
Metropolis  Jum'at, 14-09-2018 | 18:16 wib
Reporter : Selvy Wang
Nova Fardyansah, Sekjen FDOM.
Berita Video : Sopir Taksi Online Sambut Gembira Permenhub No. 108/2017 Dicabut
Surabaya pojokpitu.com, Sopir taksi online menyambut gembira dengan dibatalkannya Permenhub No 108 tahun 2017 yang dinilai sangat membatasi. Para sopir taksi online ini juga berharap pemerintah segera mengeluarkan peraturan sebagai payung hukum, namun dibuat dengan karakteristik lokal.

Permenhub No. 108 tahun 2017 akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung, usai kalah dalam gugatan. Hal ini disambut gembira oleh sopir taksi online, karena Permenhub tersebut dinilai sangat membatasi. Seperti diungkapkan Nova Fardyansah, Sekjen Forum Driver Menggugat (FDOM).

Dengan pembatalan ini, pihaknya berharap Gubernur Jawa Timur segera membuat peraturan sebagai payung hukum. Menurut Nova, masing-masing sopir taksi online di setiap daerah berbeda sehingga peraturan yang dibuat pun harus bersifat lokal.

"Sopir taksi online meminta pemerintah agar mengevaluasi aplikator penyedia layanan, karena banyak penyimpangan yang dilakukan. Seperti iuran potongan yang dikenakan terhadap driver setiap minggu sebesar Rp 35 ribu, yang dinilai tidak jelas untuk apa kegunaannya," tutur Nova Fardyansah, Sekjen FDOM.

Nova berharap agar pemerintah segera mengakak duduk bersama antara sopir taksi online dan aplikator untuk membicarakan langkah-langkah ke depan.(end)

Berita Terkait

Jelang Nataru, Polisi Razia Ojek dan Taksi Online di Sekitar Terminal Purabaya

Driver Taksi Online Perkosa Penumpangnya Mulai Diadili

Ricuh Sopir Bajaj Angling Vs Taksi Online, Penumpang Langsung Histeris

Ingin Bergaya Bak Orang Kaya Saat Lebaran, Sorang Sopir Taxi On Line Curi Mobil Majikan
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  5 jam

Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  3 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  9 jam

Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Mlaku - Mlaku  2 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber