Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

Gumbregan Maheso, Tradisi Unik Kampung Kerbau
Kamis, 13-09-2018 | 04:10 wib
Oleh : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Ratusan kerbau berpawai dengan penggembala dan pemiliknya di jalan raya, dalam Tradisi Gumbregan Maheso di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Sekitar 500 kerbau diarak dari hutan menuju lapangan desa setempat, hingga mandi di sungai dan pulang ke kandangnya. Tradisi unik di kampung kerbau tersebut, banyak menarik perhatian pengunjung.

Di Desa Banyubiru Kecamatan Widodaren Ngawi, ratusan kerbau setiap hari yang  biasanya digembalakan di hutan jati milik Perhutani KPH Ngawi, kini diarak menuju jalanan desa untuk mengikuti Tradisi Gumbrekan Maheso.

Para penggembala dan pemiliknya, mengarak kerbau menuju lapangan desa setempat. Sekitar 500 kerbau, dimanjakan di lapangan yang telah ditaburi jerami sebagai pakannya. Warga  juga berkesempatan naik kerbau betina jinak, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Ngawi, yang menghadiri acara.

Tradisi Gumbregan Maheso, awalnya berupa  selamatan rutin setahun sekali, yang dilakukan  pemilik dan penggembala kerbau untuk meminta keberkahan dalam beternak kerbau.  Namun seiring, populernya desa wisata, penduduk sekitar mengemas  tradisi selamatan kerbau menjadi sebuah reuni unik, antara  pemilik, penggembala dan kerbau. Sebuah ikatan nyata, yang telah ratusan tahun menjadi penyokong  ekonomi warga.

Banyak warga yang menjadi penggembala kerbau, karena mendapatkan upah berupa uang dan anak kerbau. Sedangkan pemiliknya, juga bisa mendapatkan keuntungan dari perdagangan kerbau jantan dewasa, yang umumnya dijual Rp 25 juta.

Dari lapangan, ratusan kerbau kemudian  diarak menuju sungai, yang ada di pinggir hutan jati. Meskipun berpencar dan bercampur saat digembala dan mandi, kerbau tersebut saat kembali ke kandangnya, bergabung kembali dalam kelompoknya. Tradisi unik tersebut juga menarik perhatian pengunjung dan Pemkab setempat. 

"Tradisi unik warga setempat, pada tahun mendatang akan dikembangkan menjadi lebih meriah, sehingga bisa mengembangkan bidang kepariwisataan lokal," ungkap Ony Anwar, Wakil Bupati Ngawi.
 
Selain itu, juga untuk mengenalkan kepada generasi muda, agar melestarikan peternakan kerbau, yang saat ini kalah populer oleh peternakan sapi .(end)

Berita Terkait


Gumbregan Maheso, Tradisi Unik Kampung Kerbau

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber