Berita Terbaru :
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
   

Lestarikan Budaya, FORMI Gelar Lomba Permainan Tradisional Tingkat SD
Peristiwa  Minggu, 09-09-2018 | 16:03 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Berita Video : Lestarikan Budaya, FORMI Gelar Lomba Permainan Tradisional Tingkat SD
Surabaya pojokpitu.com, Mempopulerkan permainan tradisional kepada anak - anak, khususnya pelajar sekolah dasar terus dilakukan oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Surabaya. Dengan tujuan agar tidak semakin tenggelamnya permainan tradisional, FORMI bersama Dispora Kota Surabaya menggelar lomba permainan tradisional tingkat sekolah dasar.

Sebanyak 2400 pelajar sekolah dasar dari 60 sekolah se-Surabaya, mengikuti lomba permainan tradisional tingkat SD, yang diselenggarakan FORMI  bersama Dispora Kota Surabaya di lapangan sepakbola Karah.

Ada enam permainan tradisional yang dilombakan selama dua hari, meliputi permainan gobak sodor atau hadang, trumpah panjang, tarik tambang, egrang, serta lari batok dan lari balok. Rupanya permainan yang dilombakan ini begitu disukai. Salah satu peserta, Kayla mengaku baru pertama kali mengetahui permainan ini dan baru berlatih selama dua hari bersama teman - temannya.

Sementara, Sunar selaku Ketua Panitia Invitasi Olahraga Tradisioal SD se-Kota Surabaya mengatakan, perlombaan ini sengaja digelar untuk mempopulerkan warisan budaya, khususnya permainan tradisional yang sekarang ini sudah tertinggal, bahkan tidak dikenali lagi oleh para genersi muda yang kini lebih gemar dengan permainan modern.

Dengan harapan, lomba permainan tradisional yang baru pertama digelar ini, bisa kembali disukai oleh anak - anak, agar warisan budaya tradisional bisa tetap terjaga di tengah - tengah menjamurnya permainan modern.(end)

Berita Terkait

Rencana New Normal, Ratusan Warga Masih Berdesakan di Pasar Tradisional

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19

Melestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu di Bulan Ramadhan

Sekelompok Pemuda Trenggalek Lestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  5 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  3 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  18 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  20 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber