Berita Terbaru :
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Untuk Membuka Kembali Dengan Protokol Kesehatan
Sejumlah Parpol Mulai Melakukan Persiapan Menyambut Tahapan Pilkada Serentak
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
   

Toyota Masih Tahan Harga Suku Cadang Kendati Rupiah Melemah
Otomotif  Minggu, 09-09-2018 | 15:14 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Menanggapi nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini, PT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan belum ada niat untuk menaikkan suku cadang kendaraan mereka sampai saat ini.

Division Head After Sales Business Division PT TAM Dadi Hendriadi menjelaskan pihaknya belum mau menaikkan harga suku cadang (spare part) walaupun dolar saat ini sedang melambung. Kerana suku cadang Toyota sendiri sudah diproduksi secara lokal.

"Kami belum menaikkan harga walaupun nilai dolar sekarang lagi tinggi. Misalnya harga komponen dari penyuplai, mereka kan lihat tendensi dolar ini tinggi terus atau tidak. Kemudian secara berkala entah itu tiga bulan atau enam bulan baru itu mereka akan lihat imbas terhadap material sama biaya mereka ada pengaruh atau tidak," beber Dadi kepada JPNN.com saat ditemui di acara Jambore Toyota 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9).

Dadi menambahkan, kecuali memang ada sebagian komponen yang belinya pakai dolar, itu mungkin akan berpengaruh, mau tidak mau harus dinaikkan harganya. Tapi kata Dadi, suku cadang Toyota sudah banyak kandungan lokalnya jadi memang belum ada kenaikan.

"Dari supplier juga belum ada yang mengajukan untuk menaikkan harga suku cadang. Toh kalau ada yang mau mengajukan naik, kami akan lihat terlebih dahulu. Kami menentukan harga bukan best on cost saja, tapi kami juga lihat seberapa kompetitif di market seperti apa," lanjutnya.

Menurut dia, wajar tidak sih ketika beli satu komponen itu harganya tinggi? Kalau misalkan Toyota menaikan harga otomatis volume akan turun jadi Toyota malah bisa rugi.

"Kami akan lihat dulu pasar seberapa pengaruh perubahan harga suku candang. Tapi saat ini memang belum kenaikan harga," pungkas Dadi. (mg9/jpnn/end)



Berita Terkait

Toyota Masih Tahan Harga Suku Cadang Kendati Rupiah Melemah
Berita Terpopuler
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  5 jam

Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  15 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  13 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber