Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Teknologi 

Olah Limbah Organik, Tiga Mahasiswa Berhasil Ciptakan Energi Listrik
Minggu, 09-09-2018 | 13:43 wib
Oleh : Ali Makhrus
Malang pojokpitu.com, Semakin tipisnya cadangan energi duina, memaksa sejumlah kalangan akademisi dan masyarakat pecinta lingkungan mencari energi alternatif. Hasilnya, sebuah inovasi terbaru limbah organik rumah tangga menjadi energi listrik, mampu diciptakan sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya Malang.

Di salah satu sudut komplek Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya Malang, listrik dari sampah organik ini tercipta. Energi listrik terbarukan ini merupakan karya tiga mahasiswa Teknik Pertanian, masing-masing Elviliana , Charisma Virginia , serta Oddy South Lolo Toding .

Ide penciptaan listrik berbahan baku sampah organik rumah tangga ini , berawal dari banyaknya temuan sayuran dan buah-buahan busuk yang ada di sekitar pasar tradisional di Kota Malang. Bahkan, di sekitar tempat pembuangan sementara di kawasan perumahan penduduk, sampah organik ini justru mendominasi jumlahnya .

Melalui diskusi singkat, kemudian munculah ide pemanfaatan limbah organik , menjadi energi listrik. Selain itu, besarnya volume sampah organik tersebut , dirasa menjanjikan untuk dijadikan sebagai sumber utama pembuatan energi listrik terbarukan .

Dari data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 2016 menyebutkan, kebutuhan energi listrik Indonesia selama kurun waktu 2014 hingga 2050 mendatang, diprediksi bakal mengalami peningkatan rata-rata 5,3 persen per tahun. Artinya, Indonesia bakal membutuhkan cadangan energi listrik besar di jaman yang serba modern dan bergantung terhadap pasokan listrik.

Melalui sejumlah penelitian berkelanjutan, ketiga mahasiswa lintas angkatan tersebut, akhirnya berhasil mencipta sebuah reaktor listrik berbahan baku sampah organik, seperti sayuran dan buah .

Sampah organik mulanya dicacah atau dihaluskan dan dimasukkan ke dalam sebuah reaktor berbahan plastik mika berbentuk khusus. Di 2 sisi yang berseberangan, dipasangkan 2 lembar lempengan logam , yang nantinya menjadi penangkap energi listrik dari reaksi kimia antara mikroba dan limbah organik tersebut .

"Hasilnya , listrik sebesar 0,05 volt mampu dihasilkan 1 reaktor listrik . Jika ingin mendapatkan listrik yang lebih besar, rangkaian seri atau berurutan menjadi hukum wajib saat merangkai reaktor-reaktor listrik, yang hanya membutuhkan biaya pembuatan sebesar Rp 15 ribu rupiah per unit," terang Elviliana, mahasiswa Unibraw.

Hingga kini , Elviliana dan rekannya masih terus melakukan penyempurnaan terhadap bentuk reaktor serta formula limbah organik yang dapat digunakan . Dari hasil penelitian mereka, limbah kulit pisang merupakan bahan terbaik untuk menghasilkan energi listrik.(end)

Berita Terkait


Olah Limbah Organik, Tiga Mahasiswa Berhasil Ciptakan Energi Listrik

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber