Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Harga kedelai sebagai bahan baku utama pembuatan tahu, mengalami kenaikan hingga Rp 500 perkilogram. Foto: Agung Prawoto
Harga Kedelai Naik Membuat Pengusaha Tahu Merugi
Sabtu, 08-09-2018 | 06:18 wib
Oleh : Agung Prawoto
Pacitan pojokpitu.com, Harga komoditas kedelai di Pacitan mengalami kenaikan cukup signifikan beberapa hari terakhir, hal ini memaksa para pengusaha produksi tahu dan tempe mengeluarkan modal banyak untuk membeli bahan baku. Akibatnya omset usaha anjlok hingga 30 persen.

Harga kedelai sebagai bahan baku utama pembuatan tahu, mengalami kenaikan hingga Rp 500 perkilogram, seperti yang di alami pabrik tahu langgeng jaya di Dusun Pager Desa Arjowinangun Pacitan. Naiknya harga kedelai, membuat pengeluaran modal usaha untuk membeli bahan baku membengkak.

Pekerja di pabrik tahu langgneg jaya, Musfirah, mengtakan, selain modal usaha  yang melambung, mereka juga kesulitan untuk membiayai operasional usaha produksi tahu, termasuk pengeluaran gaji karyawan.

Akibatnya, omset perushaan turun sekitar 30 persen, jika perhari untung perusahaan mencapai Rp 5 juta kini menurun menjadi Rp 3 juta. "Meski harga kedelai melonjak, namun perusahaan tak berani menaikan harga maupun mengurangi ukuran tahu, karena tak mau kehilangan kosumen," jelas Musfirah.

Harga kedelai di Pacitan sendiri mengalami kenaikan sekitar Rp 500 rupiah. Jika sebelumnya satu kilo kedelai di banderol Rp 7 ribu kini naik menjadi Rp 7.500. (yos)

Berita Terkait


Eksistensi Pengrajin Tenun Ikat, Dibalik Melemahnya Nilai Tukar Terhadap Dolar

Pemerintah Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Demi Cinta Negeri, Forkas Tukar Dollar ke Rupiah

Antisipasi Menguatnya Nilai Mata Uang Asing, Bulog Menggelontorkan Beras Medium

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber