Berita Terbaru :
Seorang Bayi Ditemukan Tewas Dengan Kondisi Masih Terbungkus Ari-Ari
Satu Keluarga di Ponorogo Terpapar Covid 19
Tiga Reaktif dan Satu Positif Covid 19 Gedung Dewan Ditutup Total
86 Santri Gontor Kampus 2 Dinyatakan Sembuh dari Covid 19
Dua Ratusan ASN Terlambat Masuk Kerja, Diberi Sanksi Khusus Oleh Bupati
Sejumlah Peserta Test Protes Pelantikan Perangkat Desa
Pastikan Beras BPNT Layak Konsumsi Sebelum Didistribusikan
Tambahan 9, Total 120 Pasien Covid-19 Sembuh
Dijemput Mobil, Anak-Anak Belajar di Kantor Kecamatan
Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Dilaporkan Warga, Polusi PT Berdikari Jaya Bersama (BJB) Ternyata Hasil 3 Laboratorium Masih Ambang Batas
Seribu Bendera Dikibarkan Serentak Warga Desa Mulyorejo
Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Petani pasuruan ini Sulap Kebunnya Jadi Wisata Petik Apel
   

Rumah Terbakar, Nenek Tewas Terpanggang
Mataraman  Rabu, 05-09-2018 | 15:38 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Seorang nenek di Ponorogo, tewas mengenaskan terpanggang di dalam rumahnya yang ludes terbakar. Diduga kebakaran tersebut berasal dari bara perapian yang dibuat korban untuk penghangat di dalam rumah kecil milik korban. Anak korban histeris melihat ibunya tewas mengenaskan.

Rumah kecil berukuran 5 x 7 meter milik Supirah (75) warga Desa Pomahan Kecamatan Pulung Ponorogo, Jawa Timur, yang tinggal puing - puing, rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.
 
Sementara itu, Supirah juga ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan terpanggang, sedangan sebagian tubuhnya hangus terbakar. Bahkan sulit dikenali.
 
Kebakaran ini terjadi bermula saat korban membuat bara perapian di dalam rumahnya. "Diduga api menyambar rumah korban yang terbuat dari ayaman bambu. Api semakin membesar karena angin yang bertiup cukup kencang. Sementara warga di sekitar lokasi yang mengetahui kebakaran tidak bisa berbuat banyak karena api dengan cepat membakar seluruh isi rumah, termasuk Supirah," kata AKP Deni Fahrudianto, Kapolsek Pulung
 
Saat kejadian Sadimen, suami korban tengah berkunjung ke rumah tetangga. Sadimen menuturkan, saat dirinya akan pergi berkunjung ke tetangga dirinya mengetahui istrinya membuat penghangat dari bara api di dalam rumah.
 
Sejumlah hewan ternak milik korban juga mati hangus terbakar, karena memang pasangan suami istri tersebut tinggal di rumah kecil bersama hewan ternak miliknya.
 
Satimen, anak korban yang mengetahui ibunya tewas terpanggang, menangis histris setelah mengetahui kondisi jasad  ibunya. Sementara itu, dari keterangan warga pasangan Sadimen dan Supirah memang kerap kali membuat bara api perapian di dalam rumah untuk penghangat.(end)

Berita Terkait

Lahan Kosong Terbakar, Warga Rungkut Berhamburan Keluar Rumah

Ditinggal Cari Rumput, Tiga Bangunan Ludes Dilalap Api

Bakar Sampah, Rumpun Bambu Terbakar

Puluhan Hektar Lahan Hutan Baluran Terbakar
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  4 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  5 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  3 jam

Dijemput Mobil, Anak-Anak Belajar di Kantor Kecamatan
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber