Berita Terbaru :
Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Kematian Bocah di Irigasi Membuat Orang Tua Shock
Berkat Minum Ramuan Probiotik, 41 Pasien Covid-19 Sembuh
Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Polda dan Bonek Siap Hijaukan Surabaya Dari Covid 19
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
Tutup Selama Pandemi Covid, Pemilik Usaha Water Park Ngawi Rugi Ratusan Juta
Tim Gugus Tugas Tinjau Persiapan Kampus Tangguh
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
   

Angka Kemiskinan Tinggi, Khofifah Indar Parawansa Akan Bentuk Bengkel Bumdes
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 04-09-2018 | 15:49 wib
Reporter : Felli Kosasi
Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa. Foto: Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Provinsi Jawa Timur masuk dalam provinsi dengan angka kemiskinan diwilayah pedesaan tertinggi se Indonesia, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dianggap masih tidak maksimal dalam mengangkat perekonomian diwilayah pedesaaan.

Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, akan membentuk sebuah bengkel bumdes bekerja sama dengan sebuah lembaga, agar pemanfaatan dana desa dapat dirasakan oleh golongan menengah kebawah. Hal ini disampaikan saat mengisi kuliah umum di Gedung Soetardjo Kampus Universitas Negeri Jember, Selasa (4/9) siang.

Sekitar 5.670 desa se Jawa Timur dengan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia sebesar 15, 13 persen, ada 10 daerah yang angka kemiskinan pedesaannya tertinggi. Pertama Kabupaten Malang, kedua Kabupaten Jember, Sampang, Probolinggo, Bangakalan, Situbondo, Bondowoso.

Tingginya angka kemiskinan juga dipicu dengan pernikahan usia dini, drop uot pada masa SMP dan angka kematian ibu dan bayi. Khofifah akan memprioritaskan pengentasan kemiskinan diwilayah pedesaan.

Khofifah juga akan meminta bantuan dari pemerintah pusat agar mengawasi hingga tingkat RT RW, sehingga intervensi terhadap pengentasan kemiskinan diwilayah pedesaan dapat segera teratasi.

Selain itu, pengelolaan bumdes juga akan dimaksimalkan melalui pembentukan sebuah bengkel bumdes di wilayah Pasuruan. "Bumdes ini nantinya akan mendapatkan penguatan tidak hanya sekedar managerial skill, tetapi menjadi bengkel sekaligus klinik bumdes, sehingga terpetakan mana bumdes yang berkembang mana yang tidak,"jelas Khofifah Indar Parawansah.

Perlu diketahui, tahun depan akan ada peningkatan pemberian dana desa daripemerintah pusat, dari dana desa tahun ini sebesar Rp 40 trilliun menjadi Rp 75 trilliun tahun 2019 mendatang.
Pengelolaan yang tepat di bumdes, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian ditingkat desa. Sehingga angka kemiskinan diwilayah pedesaan dapat menurun. (yos)

Berita Terkait

Angka Kemiskinan Tinggi, Khofifah Indar Parawansa Akan Bentuk Bengkel Bumdes
Berita Terpopuler
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Sosok  2 jam

Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Peristiwa  1 jam

Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan
Metropolis  13 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  7 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber