Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Mlaku - Mlaku 

Selain ramah untuk wisata keluarga, Kampung Naga juga obyek wisata yang cocok untuk belajar sejarah dan budaya. Foto Iman
Kampung Naga Objek Wisata Untuk Belajar Sejarah
Senin, 03-09-2018 | 14:13 wib
Oleh : Iman Pujiono
Tasikmalaya pojokpitu.com, Jika anda tengah berlibur di Jawa Barat, ada salah 1 objek wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi. Namanya Kampung Naga, berada di Kabupaten Tasikmalaya. Kampung Naga merupakan obyek wisata kampung adat, yang nuansanya masih kental dengan kearifan lokal.

Kampung Naga berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Dari pusat Kota Tasikmalaya, lokasi Kampung Naga berjarak sekitar 30 kilometer. Sedangkan dari kabupaten garut sekitar 36 kilometer.

Untuk menuju ke Kampung Naga, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda 2 maupun 4, dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam. Usai tiba di Desa Neglasari, pengunjung masih harus berjalan menuruni 439 anak tangga.

Cukup menguras tenaga untuk bisa sampai ke Kampung Naga, lantaran lokasinya yang berada jauh dibawah tebing. Pengunjung tak perlu khawatir, rasa lelah pun terbayar oleh keindahan hutan yang asri, hamparan sawah terasering dan gemericik air sungai ciwulan yang mengalir jernih.

Menurut Tofan Rudiyanto, wisatawan asal Surabaya, di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern masyarakat Kota Tasikmalaya, ternyata masih menyisakan 313 orang penduduk yang masih memegang teguh adat-istiadat serta kepercayaan nenek moyangnya. "Bagaimana tidak, puluhan tahun mereka hidup berdampingan tanpa adanya aliran listrik," kata Tofan.

Untuk memasak setiap harinya, penduduk di Kampung Naga tidak menggunakan gas LPG, melainkan bertahan dengan menggunakan tungku atau kayu bakar. Uniknya, tak ada aturan dalam berbusana, larangan pendidikan maupun penggunaan elektronik dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah anak-anak di Kampung Naga, tetap sekolah seperti anak-anak pada umumnya. Beberapa rumah juga ada televisi dan sejumlah barang elektronik, meski harus menggunakan aki. "Penduduk yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani ini, senantiasa hidup rukun dan berpegang teguh terhadap warisan budaya leluhurnya," jelas Taufan.

Rumah penduduk di Kampung Naga berjumlah 112 bangunan. Semuanya terbuat dari kayu dan bambu,sedangkan atapnya terbuat dari daun nipah atau ijuk. Selain itu, di dalam rumah juga tak boleh ada perabotan seperti kursi atau mebel.sementara untuk kamar mandi dan kandang ternak,diberi aturan khusus di luar area kampung.

Selain bisa berfoto dengan latar rumah asli suku sunda, pengunjung juga bisa berburu produk unggulan kerajinan tangan masyarakat setempat,sebagai oleh-oleh khas Kampung Naga.salah seorang pengunjung asal surabaya, rela datang jauh-jauh lantaran ingin melihat secara langsung,kehidupan sosial budaya masyarakat keturunan sunda wiwitan ini.

Selain tofan, salah seorang warga Desa Mangkubumi, Tasikmalaya bernama Srijono mengaku sering berkunjung ke kampung tersebut. Dirinya tak pernah bosan untuk bolak-balik berkunjung ke Kampung Naga. "Tempat ini bisa menjadi wisata edukasi budaya dan sejarah untuk semua kalangan," kata Srijono.

Nah bagi anda yang penasaran,segera persiapkan waktu liburanmu ke Kampung Naga. Tapi ada peraturan setempat yang harus di taati oleh pengunjung, antara lain larangan adanya musik dari luar, serta tempat keramat yang tak boleh dimasuki atau dipotret.

Seperti rumah adat,yang hanya boleh dimasuki oleh tetua, atau hutan keramat yang dipercaya sebagai makam leluhur dari Kampung Naga. (pul)

Berita Terkait


Kampung Naga Objek Wisata Untuk Belajar Sejarah

Perwakilan Kementrian Pertanian Tertarik dengan Program Kampung 3G

Polowijen Resmi Dijadikan Pusat Wisata Budaya

Nuansa Merah Putih Semarakkan Kampung Bendera Darmokali


Bendera 500 Meter Terbentang Di Jalan Kampung di Kabupaten Malang

Tersangka Teroris Meninggal, Dimakamkan di Kampung Halaman

Kyai Kampung se-Jatim Tolak Politik Praktis dan Kecam Elit Politik Tunggangi NU

Target Proyek Pembangunan Gedung Kampung Pesilat 5 Bulan Rampung
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber