Berita Terbaru :
Tes Swab Kedua, 20 Pegawai Puskesmas Banyu Urip Dinyatakan Negatif
Kejari Tunggu Pelimpahan Tahap 2 Kasus Watu Dakon
Total 122 Karyawan Petrokimia Group Ditemukan Positif Covid 19
GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Ketua DPRD Sayangkan MPLS Tatap Muka SMPN 4
Kurang Hati-Hati Saat Bermain, Bocah 13 Tahun Jatuh ke Sumur
Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Penumpang Tewas di Dalam Bus, Evakuasi Dengan Protokol Covid-19
Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno
Xenia Tabrak Warung Karena Sopir Berhalusinasi
Mobil Minibus Berisi Puluhan Jerigen BBM Terbakar di SPBU Pamekasan
Tak Tahan Dirawat, Pasien Covid-19 Pilih Kabur
Liga 1 Restart, Madura United Pastikan Tetap Berkandang di Pulau Garam
Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Meminimalisir Tatap Muka, MPLS Dengan Sistem Drive Thru
   

Kerajinan Kiso Daun Lontar Makin Diminati Pasar
Pantura  Minggu, 02-09-2018 | 21:18 wib
Reporter : Ahmad Zainuri, Harry Saktiono
harga jualnya berkisar Rp 1.500per biji. Foto: Ahmad Zainuri
Lamongan pojokpitu.com, Di tengah era modern kerajinan kiso dari daun lontar di Kabupaten Lamongan, masih bertahan. Kerajinan kiso yang merupakan tas ayam aduan itu, tetap banyak peminat meski banyak saingan produksi pabrik.

Disejumlah rumah warga Dusun Sidowayah, Desa Lawangan Agung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan inilah, kiso daun lontar diproduksi.

Para pengrajin kiso ini adalah pewaris turun temurun, namun membuat kiso menjadi pekerjaan sampingan, dikala lahan pertanian warga tidak lagi bisa ditanami pada musim kemarau seperti saat ini.

Entah sudah generasi keberapa saat ini mereka mewarisinya. Bahkan, generasi penerusnya ini juga tidak tahu pasti, sejak kapan kerajinan kiso ada.

Sebagai daerah pegunungan kapur, bahan baku utama berupa daun lontar banyak ditemui di ladang mereka, sehingga pengrajin tidak perlu membeli bahan baku. Dalam sehari, pengrajin bisa menuntaskan 30 kiso, sedangkan harga jualnya berkisar Rp 1.500per biji.

Pengrajin Kiso, Rusianti, menjelaskan, selama ini kerajinan kiso daun lontar banyak diminati pasar. Pemasaran kerajinan kiso atau tas ayam aduan yang tak kalah dengan produksi pabrik ini, merambah pasar Bali, Surabaya dan Malang.

"Selain harganya murah, kwalitas dan bentuknya yang tradisonal menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli," jelas Rusianti.

Meskipun penghasilan dari kerajinan kiso ini terhitung sangat kecil, namun pengrajin tetap bertahan di era modern sebagai sumber pendapatan lain selain bercocok tanam. (yos)




Berita Terkait

Pemkab Wadahi 16 Sektor Bidang Kreatif di Bojonegoro

Pendiri Dusdukduk Bagi Kiat Sukses Industri Kreatif Kepada Anak Muda Surabaya

Kerajinan Kiso Daun Lontar Makin Diminati Pasar

Nanas Sortiran Dimanfaatkan Menjadi Minuman Berekonomis Tinggi
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  16 jam

GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Hukum  1 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  15 jam

Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Politik  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber