Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Mungkin Mitos, Benarkah Pil KB Bikin Jerawatan?
Life Style  Sabtu, 01-09-2018 | 10:47 wib
Reporter :
Jerawat. Foto Familinia
Jakarta pojokpitu.com, Pil KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang sering digunakan di Indonesia. Terutama dianjurkan untuk pasangan suami-istri yang ingin mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang pendek. Salah satu kekhawatiran saat akan menggunakan pil KB adalah risiko munculnya jerawat.

Kekhawatiran tersebut ada benarnya, tetapi tak sepenuhnya tepat. Ada pil KB yang memiliki efek samping memicu jerawat. Namun, ada pula pil KB yang digunakan dokter sebagai salah satu pengobatan untuk jerawat yang membandel. Untuk itu, terlebih dahulu Anda harus mengetahui jenis-jenis pil KB.

Berbagai jenis pil KB

Secara umum, ada dua hormon yang berperan dalam kesuburan wanita, yaitu hormon estrogen dan progesteron. Pil KB secara sederhana bekerja dengan cara mengacaukan produksi kedua hormon tersebut di dalam tubuh sehingga kehamilan tidak terjadi.

Terdapat dua jenis isi pil KB, yakni pil KB kombinasi (mengandung estrogen dan progesteron) dan pil KB yang hanya berisi progesteron.

Pada pil KB kombinasi, hormon estrogen dari pil tersebut akan mencegah sel telur dikeluarkan oleh indung telur. Sementara kandungan progesteron di dalamnya bekerja dengan mengentalkan lendir di vagina dan rahim untuk mempersulit sperma masuk ke dalam rahim dan bertemu dengan sel telur. Pil KB kombinasi dapat mencegah kehamilan sekaligus tetap menjaga siklus haid berjalan teratur.

Pada sisi lain, pil KB yang hanya mengandung progesteron juga berguna mencegah kehamilan dengan cara kerja yang berbeda. Selain mencegah sel telur dikeluarkan oleh indung telur, juga menyebabkan dinding rahim menjadi tipis sehingga sel telur yang dibuahi sperma tidak dapat melekat pada rahim. Dan karena dinding rahim tipis tersebut, pengguna pil KB yang berisi progesteron umumnya jarang mengalami haid, bahkan tidak mengalami haid sama sekali.

Pil KB yang memicu jerawat

Jerawat terjadi akibat ketidakseimbangan hormonal. Adalah hormon bernama androgen yang memiliki peran penting dalam timbulnya jerawat. Hormon ini secara normal ditemukan pada pria. Wanita memiliki hormon ini juga tapi dalam kadar yang sangat rendah.

Secara biokimiawi, hormon androgen memiliki bentuk yang mirip dengan hormon progesteron. Oleh karena itu, pil KB yang hanya mengandung progesteron dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Jerawat akibat pil KB yang hanya mengandung progesteron biasanya muncul setelah wanita menggunakan pil tersebut setidaknya satu bulan. Meski demikian, perlu diketahui bahwa tak semua pengguna pil KB tersebut pasti akan mengalami jerawat. Diperkirakan hanya sekitar 30 persen pengguna pil KB progesteron yang mengalami efek samping jerawat.

Bagaimana dengan pil KB kombinasi? Ada pil KB kombinasi yang dapat memicu jerawat, tetapi ada pula yang dapat mengatasi jerawat - tergantung jenis progesteron yang terkandung di dalamnya. Pil KB kombinasi dengan jenis progesteron berupa norgestimate, norethindrone, dan drospirenone tidak menimbulkan jerawat, bahkan digunakan untuk mengobati jerawat. Sedangkan jenis pil KB kombinasi lainnya tetap dapat menyebabkan efek samping jerawat.

Selain jenis pil KB-nya, penghentian pil KB juga dapat menimbulkan kekacauan hormonal yang memicu timbulnya jerawat.

Jika Anda memiliki kulit yang rentan mengalami jerawat dan hendak menggunakan kontrasepsi berupa pil KB, sebaiknya pikir masak-masak dahulu. Ada pilihan kontrasepsi lain selain pil KB, misalnya intrauterine device (IUD) atau kondom. Bila  memang harus menggunakan pil KB, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai jenis pil KB yang tepat untuk Anda.(RS/ RVS/klikdokter)



Berita Terkait

Apakah Manis Bisa Memicu Jerawat ?

Kenapa Jerawat Sering Muncul di Tempat yang Sama

Mungkin Mitos, Benarkah Pil KB Bikin Jerawatan?

Begini Caranya Atasi Wajah Berjerawat
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  11 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  9 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  11 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber