Berita Terbaru :
Cairan Desinfektan Untuk Penyemprotan Dan Bilik Sterilisasi Dipastikan Aman
Dewan Kota Surabaya Soroti Kandungan Bahan Kimia Bilik Sterilisasi yang Dibuat Pemkot
Pemkot Surabaya Akan Terapkan Karantina Wilayah Cegah Covid 19
Kondisi Terkini Penyebaran Virus Covid 19 di Kabupaten Sidoarjo
Jokowi Larang Warga Mudik ke Kampung Halaman
Bupati Banyuwangi Umumkan 1 PDP Positif Virus Corona
Empat Positif Covid-19, Petugas Gabungan Semprot Disinfektan di Wilayah Kecamatan Terdampak
Pemburu Biawak Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai
Dituntut 7 Tahun, Sekda Gresik Divonis Bebas
Pasien Positif Covid 19, Jalani Isolasi Mandiri di Rumah
Pastikan Tidak Lockdown, Targetkan Zero Covid-19
Anggota DPRD Jatim Diana Amaliyah Nilai APD di Magetan Masih Minim
Dinkes: Warga Mojopurno yang Dijemput Tim Medis BerAPD Sakit Flu Biasa
Habiskan Rp3,8 Miliar Jembatan Gempol Baru Sudah Rusak
Dari 38 Kabupaten Kota Sudah Ada 18 yang Zona Merah
   

Perang Dagang Amerika Vs China Bikin Perekonomian Global Lesu
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 31-08-2018 | 17:21 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Perang dagang yang terjadi di Amerika Serikat dengan negara China dan Uni Eropa, mempengaruhi perekonomian secara global. Dampak turut pengaruhi perekonomian Indonesia.

Salah satunya melemahnya rupiah hingga saat ini, dan mendekati angka Rp 15 ribu. Fenomena perang dagang ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi secara global.  Seiring dengan potensi penurunan volume perdagangan global sebagai konsekuensi dan kebijakan proteksi Amerika Serikat dan Tiongkok.

Menurut Cicilia Erna, salah satu dosen ekonomi salah satu kampus di surabaya, perang dagang ini turut berimbas pada perekonomian indonesia. Saat ini rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dollar, sehingga membutuhkan  peran pemerintah yang cepat dalam mengantisipasinya. Terutama dalam menjaga cash flow atau arus perputaran uang dan menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil.

"Dampak Indonesia tentu sangat besar, dan sudah dirasakan saat pelemahaan rupiah sampai saat ini," kata  Cicilia Erna.

Perang dagang terjadi karena Amerika Serikat menentapkan kenaikan tarif untuk barang dari China maupun Uni Eriopa. Karena Indonesia berafiliasi dengan banyak negara lain, tentu perekonomian kena dampaknya. Jika terus berlangsung, maka  perekonomian perkembangan investasi akan semakin turun. Sehingga pemerintah harus berhati-hati mengantisipasi.

"Pemerintah harus menjaga supaya arus kas setiap perusahaan bagus sehingga dampak akan terjadi agak panjang lebih diantisipasi, dan harus menjaga daya beli masyakat agar tetap bagus," tambah Cicilia Erna.

Agar tak memperparah kondisi perang dagang yang berimbas pada perekonomian nasional, di butuhkan kerjasama dan negosiasi dengan berbagai negara maju dan berkembang lain. Apalagi Amerika Serikat merupakan negara terbesar  ke tiga yang menerima barang ekspor non migas asal Indonesia. (pul)

Berita Terkait

Rupiah Pagi Ini Rp 16.550, Bank Jual Dolar di Angka Rp 16.950

Rupiah Masih Lemah, Maspakai Penerbangan Naikan Harga

Waspadai Pemanfaatan Isu Melemahnya Kurs Rupiah

Kadin Surabaya : Pengaruh Rupiah Melemah di Surabaya Tidak Terlalu Signifikan
Berita Terpopuler
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Akhirnya Ditahan Kejari Kabupaten Malang
Hukum  5 jam

Dituntut 7 Tahun, Sekda Gresik Divonis Bebas
Hukum  3 jam

Puluhan Peserta Kongres Demokrat Dites Corona, Begini Hasilnya
Politik  18 jam

Tulungagung Konfirmasi Kasus Positif Covid 19 Pertama
Covid-19  10 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber