Berita Terbaru :
Solidaritas Lawan Corona Dengan Bantu APD
Tekan Covid 19, Tagana Bagi Handsanitizer Gratis
Surabaya Pastikan Belum Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi
Karantina Wilayah,Warga Perumahan Bikin Bilik Sterilisasi Secara Swadaya
Sidak Dirlantas Polda Jatim, Akses Jalan Poncan dan Rungkut Menanggal Telah Dibuka
Hasil Rapid Test, Satu PDP Reaktif Virus Corona
Pemkot Mojokerto Siapkan Rumah Susun Bagi Para Pemudik
Pertimbangkan Kepentingan Masyarakat,Jalan Rungkut Menanggal-Pondok Candra Dibuka Lagi
Satlantas Polres MojokertoKota Bersama Komunitas Youtuber Membagikan 1000 Masker
Di Jawa Timur Terdapat 21 Kluster Penyebaran Covid 19
Jokowi Tegakan Tidak Bebaskan Napi Koruptor
Puluhan Wastafel Jumbo Dibagikan ke Pasar-Pasar Tradisional
Presiden Jokowi : Masyarakat Keluar Rumah Wajib Pakai Masker
Sebanyak 24 Warga Yang Kontak Fisik Dengan Orang Positif Virus Corona Diisolasi
   

Perang Dagang Amerika Vs China Bikin Perekonomian Global Lesu
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 31-08-2018 | 17:21 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Perang dagang yang terjadi di Amerika Serikat dengan negara China dan Uni Eropa, mempengaruhi perekonomian secara global. Dampak turut pengaruhi perekonomian Indonesia.

Salah satunya melemahnya rupiah hingga saat ini, dan mendekati angka Rp 15 ribu. Fenomena perang dagang ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi secara global.  Seiring dengan potensi penurunan volume perdagangan global sebagai konsekuensi dan kebijakan proteksi Amerika Serikat dan Tiongkok.

Menurut Cicilia Erna, salah satu dosen ekonomi salah satu kampus di surabaya, perang dagang ini turut berimbas pada perekonomian indonesia. Saat ini rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dollar, sehingga membutuhkan  peran pemerintah yang cepat dalam mengantisipasinya. Terutama dalam menjaga cash flow atau arus perputaran uang dan menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil.

"Dampak Indonesia tentu sangat besar, dan sudah dirasakan saat pelemahaan rupiah sampai saat ini," kata  Cicilia Erna.

Perang dagang terjadi karena Amerika Serikat menentapkan kenaikan tarif untuk barang dari China maupun Uni Eriopa. Karena Indonesia berafiliasi dengan banyak negara lain, tentu perekonomian kena dampaknya. Jika terus berlangsung, maka  perekonomian perkembangan investasi akan semakin turun. Sehingga pemerintah harus berhati-hati mengantisipasi.

"Pemerintah harus menjaga supaya arus kas setiap perusahaan bagus sehingga dampak akan terjadi agak panjang lebih diantisipasi, dan harus menjaga daya beli masyakat agar tetap bagus," tambah Cicilia Erna.

Agar tak memperparah kondisi perang dagang yang berimbas pada perekonomian nasional, di butuhkan kerjasama dan negosiasi dengan berbagai negara maju dan berkembang lain. Apalagi Amerika Serikat merupakan negara terbesar  ke tiga yang menerima barang ekspor non migas asal Indonesia. (pul)

Berita Terkait

Rupiah Pagi Ini Rp 16.550, Bank Jual Dolar di Angka Rp 16.950

Rupiah Masih Lemah, Maspakai Penerbangan Naikan Harga

Waspadai Pemanfaatan Isu Melemahnya Kurs Rupiah

Kadin Surabaya : Pengaruh Rupiah Melemah di Surabaya Tidak Terlalu Signifikan
Berita Terpopuler
Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Covid-19  12 jam

Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Covid-19  11 jam

Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di ...selanjutnya
Covid-19  11 jam

Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber