Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

kepala sekolah bejat tersebut adalah Krisyanto Latif (56). Foto: Khaerul Anwar
Vonis Ditunda, Orang Tua Korban Pencabulan Marah
Kamis, 30-08-2018 | 03:15 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Sidang kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kromengan, Kabupaten Malang sudah memasuki babak sidang putusan, kepala sekolah tersebut, melakukan asusila terhadap 6 siswinya secara bergantian diruang kepala sekolah dan didalam kendaraannya, kepala sekolah bejat tersebut adalah Krisyanto Latif (56).

Meskipun tidak sempat melakukan persetubuhan, namun kasek bejat ini telah meraba-raba bagian sensitif siswinya, dengan alasan membuka aura, bahkan diiming-iming dibelikan baju maupun ponsel.

Kasus terbongkar dari salahsatu korban yang menunjukkan chattingan mereka kepada orangtuanya dan membuat mereka melaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, hingga tim buser berhasil meringkus kasek tersebut.

Sidang dilakukan tertutup untuk pembacaan putusan atau vonis digelar terbuka, hingga para orangtua korban turut menghadiri persidangan dengan maksud untuk mengetahui hakim menjatuhkan hukuman penjara kepada terdakwa.

Namun, penantian para orangtua korban sejak pagi hari harus dibayar dengan kekecewaan, lantaran hakim ketua, Ari Kurniawan menunda persidangan putusan kasek bejat hingga Senin besok, lantaran belum siap berkas.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Arifianto, menuntut terdakwa dengan hukuman selama 10 tahun, yang seharusnya kasus asusila terhadap anak dibawah umur ancamannya hingga 15 tahun kurungan penjara.

Sontak saat penundaan dibacakan hakim ketua, salahsatu orangtua korban, Triati langsung berdiri dan marah bahkan hingga menangis diruang persidangan. Hingga pendamping korban asusila harus membawa keluar ruang persidangan untuk ditenangkan.

"saya dan orang tua lainnya kecewa dan berharap sidang putusan dilaksanakan hakim, karena kita diminta untuk menghadiri sidang guna mengetahui vonis yang diberikan hakim terhadap terdakwa," jelas Triati.

Sebelumnya, pelaku asusila kepsek bejat ini telah dijerat dengan pasal 81-82 juncto 76d-76e, undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, yangmana ancamannya hingga 15 tahun kurungan penjara. (yos)

Berita Terkait


Vonis Ditunda, Orang Tua Korban Pencabulan Marah

Cabuli Anak 10 Tahun, Remaja ini Divonis 6 Bulan Penjara


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber