Berita Terbaru :
Pemkab Madiun Segera Laksanakan Tes SKB CPNS 2019
Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa
Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara
Jumlah Penderita Capai Jutaan, Ahli Endokrin: Diabetes Juga Pandemi
Foto Terbaru, Tubuh Mike Tyson Ramping, Dadanya Bidang, Bisepnya Kukuh
   

Vonis Ditunda, Orang Tua Korban Pencabulan Marah
Hukum  Kamis, 30-08-2018 | 03:15 wib
Reporter : Khaerul Anwar
kepala sekolah bejat tersebut adalah Krisyanto Latif (56). Foto: Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Sidang kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kromengan, Kabupaten Malang sudah memasuki babak sidang putusan, kepala sekolah tersebut, melakukan asusila terhadap 6 siswinya secara bergantian diruang kepala sekolah dan didalam kendaraannya, kepala sekolah bejat tersebut adalah Krisyanto Latif (56).

Meskipun tidak sempat melakukan persetubuhan, namun kasek bejat ini telah meraba-raba bagian sensitif siswinya, dengan alasan membuka aura, bahkan diiming-iming dibelikan baju maupun ponsel.

Kasus terbongkar dari salahsatu korban yang menunjukkan chattingan mereka kepada orangtuanya dan membuat mereka melaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, hingga tim buser berhasil meringkus kasek tersebut.

Sidang dilakukan tertutup untuk pembacaan putusan atau vonis digelar terbuka, hingga para orangtua korban turut menghadiri persidangan dengan maksud untuk mengetahui hakim menjatuhkan hukuman penjara kepada terdakwa.

Namun, penantian para orangtua korban sejak pagi hari harus dibayar dengan kekecewaan, lantaran hakim ketua, Ari Kurniawan menunda persidangan putusan kasek bejat hingga Senin besok, lantaran belum siap berkas.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Arifianto, menuntut terdakwa dengan hukuman selama 10 tahun, yang seharusnya kasus asusila terhadap anak dibawah umur ancamannya hingga 15 tahun kurungan penjara.

Sontak saat penundaan dibacakan hakim ketua, salahsatu orangtua korban, Triati langsung berdiri dan marah bahkan hingga menangis diruang persidangan. Hingga pendamping korban asusila harus membawa keluar ruang persidangan untuk ditenangkan.

"saya dan orang tua lainnya kecewa dan berharap sidang putusan dilaksanakan hakim, karena kita diminta untuk menghadiri sidang guna mengetahui vonis yang diberikan hakim terhadap terdakwa," jelas Triati.

Sebelumnya, pelaku asusila kepsek bejat ini telah dijerat dengan pasal 81-82 juncto 76d-76e, undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, yangmana ancamannya hingga 15 tahun kurungan penjara. (yos)

Berita Terkait

Cabuli Bocah, Pemilik Taman Bacaan Divonis 5 Tahun

Vonis Ditunda, Orang Tua Korban Pencabulan Marah

Cabuli Anak 10 Tahun, Remaja ini Divonis 6 Bulan Penjara
Berita Terpopuler
Foto Terbaru, Tubuh Mike Tyson Ramping, Dadanya Bidang, Bisepnya Kukuh
Olah Raga  5 jam

Jumlah Penderita Capai Jutaan, Ahli Endokrin: Diabetes Juga Pandemi
Life Style  4 jam

Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara
Hukum  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber