Berita Terbaru :
Gara-Gara Tagihan Listrik Warga Blitar Tewas Ditusuk
Penghadang Rombongan Bupati Tulungagung Diamankan Polisi
5 Hari Sudah Pencarian, Adelia Safitri Korban Hanyut Tak Ditemukan
Duh, Pohon Tumbang Timpa Mobil Parkir
Masuk Zona Merah, Akses Gerbang Tol Madiun Diperketat
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Dibuka Kembali
Ratusan Santri Lirboyo Telah Tiba di Probolinggo
Kabupaten Madiun Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jadi Endorse Arisan Online, Tyara Barbie Diperiksa Polda Jatim
Satu Positif Covid-1, Warga Kota Blitar Lakukan Penyemprotan Mandiri
Bupati Ipong Janji Bangun Jembatan Yang Putus Terseret Banjir
Cegah Virus Corona, Ratusan Santri Ponpes Ponorogo Dipulangkan
Warga Surabaya Terduga Covid 19 Meninggal Dunia di RS Gresik
Dokter Tuhan
Omset Pedagang Lontong Keliling Menurun Akibat Wabah Corona
   

Warga Desa di Bojonegoro Gelar Tradisi Manganan Bersih Desa
Pantura  Rabu, 29-08-2018 | 21:20 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Tradisi bersih desa dilakukan dengan cara berbeda oleh masyarakat Kabupaten Bojonegoro tiap tahunnya. Foto: Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Tradisi bersih desa terus dilakukan berbagai desa di Kabupaten Bojonegoro, tradisi turun temurun sejak ratusan tahun ini bertujuan untuk mensyukuri limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan oleh tuhan terhadap warga di desanya. Warga juga berbondong-bondong membawa makanana hasil bumi, untuk dimakan bersama sebagai simbol kerukunan desa setempat.

Tradisi bersih desa dilakukan dengan cara berbeda oleh masyarakat Kabupaten Bojonegoro tiap tahunnya, tradisi yang biasa disebut dengan manganan ini, warga desa berkumpul dengan membawa berbagai makanan atau hasil bumi untuk melakukan ritual sedekah bumi.

Sebelumnya warga melakukan tahlilan yang ditujukan kepada leluhur, yang konon cerita menyenarkan agama Islam di daerah Bojonegoro dan sekitarnya.

Ratusan warga Desa Tinawun Kecamatan Malo Bojonegoro, berkumpul disalah satu tempat keramat di area lokasi makam yang dikeramatkan. Masayarakat setempat menyebutnya sebagai makam Syeh Zakaria.

Keplada Desa setempat, Abdul Kharim, menjelaskan, ritual adat inipun digelar setiap setahun sekali dan sudah menjadi tradisi masyarakat Desa Tinawun. 

"Tradisi manganan ini memiliki filosafi dalam tentang kebersamaan dan kegotong-royongan dan terdapat nilai- nilai luhur, tentang budi perkerti yang diyakini masyarakat setempat," jelas Abdul Kharim.

Diharapkan dengan tradisi ini bisa mensyukuri nikmat tuhan yang maha esa dan menyambung silaturahmi yang di percaya desa setempat. (yos)




Berita Terkait

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  14 jam

Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pendidikan  13 jam

Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona
Malang Raya  10 jam

Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber