Berita Terbaru :
Diseruduk Bus Dari Belakang Truk Terguling
Ratusan Kepala Desa Dari Jatim Gruduk MK Kawal Sidang Judicial Review Dana Desa
SPBU Mini dan Dua Ruko Terbakar, Kakak Pemilik SPBU Tewas
Pasca Kepala Puskesmas Kedung Solo Meninggal Dunia Diduga Covid 19, Seluruh Pegawai Puskesmas Di Swab
112 Peserta UTBK di Unair dan ITS Reaktif
3 Pasien Positif Covid 19 Jalani Isolasi Lebih 2 Bulan
Pelaku Pembuangan Bayi Akhirnya Terungkap
Tahap 3, Bantuan Tunai Sosial Terus Berlanjut
Unras Gelar Aksi Tolak RUU HIP
Efektivitas Rendah, Rapid Tes Tak Perlu Berbayar
Kasus Covid-19 di Pacitan Meningkat Tajam, PLTU Jadi Ancaman Kluster Lokal
Akan Ada Revisi Perbup dan Perwali Untuk Percepat Penanganan Covid
Pandemi Covid 19, Kasus Narkoba Meningkat Didominasi Pengedar Lama
Sempat Rawat Inap di Puskesmas Selama 5 Hari, Santoso Tewas di Jalan Setapak Diduga Terpeleset
Polda Jatim Bentuk Satgas Nusantara Amankan Pilkada Di Masa Pandemi
   

Kepala Desa di Nganjuk Terkena OTT Saber Pungli
Mataraman  Rabu, 29-08-2018 | 18:28 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Tim Saber Pungli Polres Nganjuk, menangkap Mohamad Subur, oknum Kepala Desa Katerban Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) laporan pungli sertifkat prona.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta, mengatakan, dalam program sertifikat prona tahun 2017, Desa Katerban menerima 1.400 pengajuan sertifikat prona, persertifikat, dipungat biaya Rp 1 juta.

Dalam modusnya sebanyak 1.400 sertifikat yang sudah jadi, tidak langsung di berikan kepada pemiliknya. Namun di tahan oleh pihak kades, dan diberikan setelah pemiliknya bisa membayar Rp 1 juta.

Saberpungli Polres Nganjuk awalnya mengamankan 8 orang, tetapi setelah dilakukan penyidikan, sementara baru 1 yang ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

"Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, baik dari panitia prona maupun dinas terkait," AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta.

sementara, Joko Sujarwo, kuasa hukum tersangka, mengaku keberatan jika hanya kliennya saja yang ditetapkan sebagai tersangka. "Karena uang Rp 1 juta dibagi dengan perangkat desa lainnya," ujar Joko Suwarno.

Untuk kepala desa menerima uang Rp 700 ribu dan sisanya dibagi kepada perangkat desa lainnya. "Diharapkan polisi harus mengungkap semua yang terlibat," jelas Joko Sujarwo.

Pelaku dijerat dengan pasal 12 huruf e undang undang tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. (yos)




Berita Terkait

Kepala Desa di Nganjuk Terkena OTT Saber Pungli

Terjaring OTT Saber Pungli, Kapolres Kediri Masih Diproses Propam Mabes Polri
Berita Terpopuler
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Peristiwa  9 jam

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Peristiwa  9 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  12 jam

Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber