Berita Terbaru :
Salama Lebaran, Pelanggar PSBB Meningkat
Polisi Perketat Akses Masuk Perumahan Surabaya
Pengedar Sabu Jaringan Lapas Dibekuk Polisi
Balon Udara Ditemukan Jatuh di Atas Rumah Warga Magetan
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Kembali Sampai 9 Juni 2020
Pakar Komunikasi Unair Menilai PSBB Kurang Efektif
Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Kabar Gembira, 17 Dari 77 Pasien Corona di Kabupaten Probolinggo Sembuh
Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
   

Disidak Proyek Pompa Petekan Rp 43 Miliar, DPRD : Pemkot Tidak Transparan
Metropolis  Rabu, 29-08-2018 | 17:11 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Pemkot Surabaya membangun pompa petekan dengan alokasi anggaran di APBD 2018 sebesar Rp 43 miliar. Sayangnya, proses pembangunan itu tidak berlangsung transparan. Saat ini Komisi B DPRD Surabaya memantau proyek tersebut.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Buchori Imron, menyampaikan anggaran proyek pembangunan pompa di Petekan ini awalnya mendapat bantuan dari APBN sebesar Rp 200 miliar pada 2017, ternyata tidak juga ada realisasi.

Akhirnya pada APBD 2018, Pemkot Surabaya mengalokasikan sebesar Rp 43 miliar untuk membangun hanya 1 pompa dengan kapasitas 5 meter kubik per detik, padahal yang dibutuhkan 4 pompa. Namun karena keterbatasan anggaran tidak bisa memenuhi.

Dalam pantauan di lokasi proyek, Politisi dari Fraksi PPP ini sangat menyayangkan Pemkot tidak melakukan sosialisasi pada masyarakat sekitar, terkait pembangunan proyek tersebut. Akhirnya masyarakat sekitar pun tidak mengetahui proyek pembangunan pompa itu.

"Sejak awal dalam penganggaran pembangunan proyek pompa ini pemkot tidak transparan. Begitu juga dalam proses pembangunanannya, padahal dewan berharap Pemkot bisa terbuka dengan melibatkan berbagai pihak, seperti pengusaha agar ada andil dari pihak pengusaha dalam menyelesaikan pembangunan yang diperuntukkan untuk mengurangi banjir di daerah Petekan," ungkapnya.

Buchori berharap, Pemkot dalam melakukan pembangunan benar-benar profesional dan transparan, berapa total kebutuhan anggaran dan berapa kemampuan dan kekurangan Pemkot dalam menganggarkan, agar bisa melibatkan pihak lain, seperti Pelindo yang ada di sekitar lokasi pembangunan.

"Dengan keterbukaan maka proyek ini tidak sampai terbengkalai dikarenakan kekurangan dana, dikarenakan di PAPBD surabaya 2018 tidak ada tambahan untuk pembangunan pompa di petekan ini," imbuhnya.(end)

Berita Terkait

Disidak Proyek Pompa Petekan Rp 43 Miliar, DPRD : Pemkot Tidak Transparan
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  9 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  7 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  11 jam

Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Metropolis  4 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber