Berita Terbaru :
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Gitar Bambu Mulai Dilirik Pasar Nasional
Mataraman  Selasa, 28-08-2018 | 23:19 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Sejak tahun 1977 Kusnan menekuni bisnis pembuatan gitar. Foto: Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Seorang pria berusia lebih dari setengah abad di Kota Kediri, mantap menekuni bisnis pembuatan gitar bambu. Meski semuanya dikerjakan secara manual, gitar bambu karyanya tetap dilirik pasar nasional.

Sejak tahun 1977 Kusnan menekuni bisnis pembuatan gitar, tak jauh berbeda dengan gitar pada umumnya, gitar buatan kusnan berbahan dasar kayu dan triplek. Namun 5 tahun terakhir , Kusnan merubah bahan dasar gitar buatannya menjadi 90 persen bambu.

Selain lebih unik serta memiliki suara yang lebih nyaring, Kusnan memiliki keinginan mengangkat nilai bambu, yang tentu berbeda dengan gitar lainnya.

Di rumahnya, Kelurahan Banjaran tepatnya di belakang Taman Makam Pahlawan Kota Kediri ini, Kusnan mengerjakan karya karyanyanya tersebut. Tanpa dibantu karyawan, pengagum karya guntur soekarno tersebut, memperhatikan betul detail setiap tahapan dari gitar yang ia beri nama bambu jawa gitar ini. "Belajar sevara otodidak termasuk saat menentukan garis notasinya," ujar Kusnan.

Sesuai namanya, pria yang pernah memiliki group musik bel max di tahun 1977an ini menggunakan bambu jawa, petung dan ori untuk dibagian stank. Hasil karyanya jelas tak kalah dengan gitar buatan pabrik, konsumennya pun mulai datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa hingga Ternate dengan kisaran harga Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta.

Hanya saja, saat ini menurut Kusnan dirinya masih terkendala masalah permodalan. Tak adanya sentuhan dari pemerintah daerah, membuat Kusnan tak mampu memproduksi gitar dalam skala besar, apalagi dengan alat manual yang membutuhkan waktu cukup lama. (yos)




Berita Terkait

Gitar Bambu Mulai Dilirik Pasar Nasional
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  6 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  1 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  4 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber