Berita Terbaru :
Nilai Bantuan Sembako Covid-19 Dituding Tidak Sesuai Dengan Jumlah Nominal Rupiah
Calon Penumpang Pewasawat Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Test di Bandara Juanda Surabaya
Pendistribusian Bansos Pangan BPNT Diperketat
Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas
Terlalu Mendadak, Siswa Bingung Tes Rapid
Peserta SBMPTN Mengaku Kecewa Mendapat Informasi Wajib Tes Covid-19 Mendadak
Bagi Masker Kampanyekan Jatim Bermasker
Gugus Tugas Covid Jatim Dapat Support Obat Avigan Dari IHC
Pemkot Akan Gratiskan Tes Covid-19 Bagi Peserta UTBK yang Tidak Mampu
Pencoblosan Dimodifikasi Menyesuaikan Protokol Kesehatan
Peserta KIP dan KTP Surabaya Bisa Tes Rapid Gratis
Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Kampus Siapkan Ruang UTBK Dengan Protokol Kesehatan
Jamaah Mukimin Asal Jatim di Arab Saudi Akan Melaksanakan Haji Tahun 2020
Tim BPCB Trowulan Identifikasi Temuan Cagar Budaya 2 Arca Kala
   

Cuaca Ekstrem Mengakibatkan Tanaman di Lereng Semeru Mati
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 23-08-2018 | 02:10 wib
Reporter : Achmad Arif
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, banyak tanaman layu, mengering dan akhirnya mati. Foto: Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Suhu ekstrim yang melanda kawasan Lereng Gunung Semeru Lumajang, dalam 2 pekan terakhir menyebabkan banyak tanaman petani mati. Seperti Bawang Daun, Kubis dan Kentang.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang, banyak tanaman layu, mengering dan akhirnya mati. Hal ini lantaran daun-daun tanaman tersebut terkena embun es akibat dilanda suhu ekstrim.

Siowati, salah satu petani, mengatakan, kejadian ini sudah berlangsung dalam dua pekan terakhir, suhu ditempat ini mencapai 4 hingga 0 derajat celsius. "Kejadian ini membuat aktivitas petani terganggu dan merugi," jelasnya.

Meski membuat petani rugi, namun suhu ekstrim di kawasan ini justru banyak didatangi wisatawan yang berlibur dan akan mendaki Gunung Semeru.

Fitri misalnya,ia mengaku senang, karena tidak pernah merasakan dingin seperti ini. (yos)

Berita Terkait

Cuaca Ekstrim, Nelayan Pesisir Panarukan Enggan Melaut

Gelombang Tinggi, Nelayan Enggan Melaut

Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Tiga Hari ke Depan

Cuaca Buruk, Dalam 2 hari 20 Penerbangan Delay
Berita Terpopuler
Masuk Bui, Mantan Kades Sumber Salak Tersangka Korupsi Dana Desa
Hukum  8 jam

Batasi Aktifitas, Tiga Ruas Jalan Nanti Malam Kembali Ditutup
Metropolis  4 jam

Diduga Depresi, Suharti Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur
Malang Raya  9 jam

Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Metropolis  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber