Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Pendistribusian air bersih di Desa Tawangrejo Kecamatan Gemarang Rabu lalu, mendapat sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Madiun. Foto: Tova Pradana
DPRD Nilai Pendistribusian Air Berish Tidak Efektif
Jum'at, 10-08-2018 | 16:29 wib
Oleh : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, DPRD Baupaten Madiun menyoroti kegiatan Pemkab Madiun, terkait pendistribusian air bersih di Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun. Wakil rakyat menilai, cara yang dilakukan Pemkab untuk menanggulangi krisis air bersih, tidak akan mengurai masalah.

Pendistribusian air bersih di Desa Tawangrejo Kecamatan Gemarang Rabu lalu, mendapat sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Madiun. Cara menanggulangi krisis air bersih disekitar hutan tersebut dinilai tidak signifikan, pasca pendistribusian masyarakat nantinya bakal tetap saja akan bergantung dengan bantuan suplai air bersih.

Apalagi pada saat pendistribuasian kemarin, Pemkab hanya menyuplai sekitar 2 tangki saja. Sedangkan 2 tangki tersebut hanya cukup bertahap tak lebih dari 4 hari.

Karena air bersih merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat setempat pada musim kemarau kali ini. Untuk anggaran yang dimiliki oleh BPBD setempat tak lebih dari Rp 5 juta.

Plt Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Y Ristu Nugroho, menilai, pemkab tidak boleh hanya sekadar mengalokasikan dana penyaluran air bersih. 

Melainkan perlu mencari solusi permanen menuntaskan permasalahan krisis air bersih di wilayah pinggiran hutan.

"Penerapan alokasi dana sangat perlu, karena musim kemarau berlangsung saat ini tidak bisa diprediksi," jelas Y Ristu Nugroho.

Dewan bakal membahas persoalan penuntasan masalah kekeringan dengan eksekutif,  bahkan Badan Anggaran (Banggar) juga akan berdiskusi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memprioritaskan anggaran air bersih.

Hal itu akan dibahas pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), baik rancangan Perubahan APBD (P-APBD) atau APBD 2019. (yos)

Berita Terkait


BMKG Juanda Prediksi Kekeringan Extrim Hingga Ahkir Oktober

Awal Musim Hujan Akan Tiba, BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem

BMKG Juanda Prediksi Jawa Timur Waspaada Cuaca Panas Extrim

Warga Bojonegoro Rela Mengantri Demi Mendapatkan Air Bersih


Cuaca Ekstrem, Status Tanggap Bencana Diperpanjang

Begini Cara Peternak Lele Menyiasati Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Petani Waspada

BMKG Ingatkan Jawa Timur Terancam Cuaca Ekstrem
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber