Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Anton dianggap bersalah melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Foto: Usrox Indra
Wali Kota Malang Nonaktif M. Anton Divonis 2 Tahun Penjara
Jum'at, 10-08-2018 | 14:46 wib
Oleh : Usrox Indra
Berita Video : Wali Kota Malang Nonaktif M. Anton Divonis 2 Tahun Penjara
Sidoarjo pojokpitu.com, Jumat (10/8) pagi, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, kemabali mengelar sidang dugaan korupsi Wali Kota Malang Nonaktif, M. Anton dengan agenda pembacaan putusan hakim.

Dalam nota putusan yang dibacakan oleh hakim ketua, Unggul Dwi Waseso, mengatakan, bahwa M. Anton, Wali Kota Malang telah terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi, terkait dana anggaran pengesahan APBDP Pemkot Malang tahun anggaran 2015.

Anton dianggap bersalah melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, 

"Anton diduga memberi hadiah atau janji kepada belasan anggota DPRD untuk pembahasan dan pengesahan APBDP Pemkot Malang," jelas Unggul Dwi Waseso.

Selain itu, dalam sidang putusan kali ini majelis hakim Tipikor Surabaya, juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak dipilih terhadap Anton selama 2 tahun. Terhitung  setelah yang bersangkutan menjalani masa hukuman.

JPU KPK Suhermanto, megatakan, vonis ini terbilang lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. "Dalam sidang sebelumnya, M. Anton dituntut hukuman penjara selama 3 tahun dan denda Rp 200 juta, subsider 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum," jelas Suhermanto. (yos)

Berita Terkait


Gubernur Jatim Belum Tunjuk Plt Bupati Malang

Komunitas Kartunis Gelar Pameran Anti Korupsi

Tim Subdit Tipikor Polda Jatim Periksa 4 Pegawai Puskesmas

Hadirkan Saksi Kunci Kasus Suap 18 Anggota DPRD Kota Malang

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber