Berita Terbaru :
Terapkan Pasar New Normal di Trenggalek, Istri Bupati Merasa Aman Berbelanja
Melahirkan di RSUD, 4 Orang Ibu Reaktif Covid-19
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
   

Airlangga Hartanto: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Kinerja Industri Otomotif
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 03-08-2018 | 13:07 wib
Reporter : Iman Pujiono
Mentri Perindustrian Airlangga Hartarto, meyatakan, salah satu yang paling mempengaruhi industri automotif ditengah pelemahan nilai tukar rupiah. Foto: Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, menyebut bila pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini, berpengaruh terhadap industri. Tak terkecuali bagi industri di sektor automotif.

Usai membuka Gakindo Indonesia Inernasional Auto Show bersama Peresiden Joko Widodo , Mentri Perindustrian Airlangga Hartarto, meyatakan,  salah satu yang paling mempengaruhi industri automotif ditengah pelemahan nilai tukar rupiah, terhadap dolar amerika serikat merupakan sisi produksi. Menurutnya, jika rupiah melemah maka akan ada peningkatan harga produksi.
 
Beberapa brand bahkan sampai harus menaikan harga jual produk jadinya. "Karena bila tak terjual, perusahaan tersebut akan mengalami kerugian karena antara produksi dan harga jual tidak seimbang," jelas Airlangga Hartanto.

Meski demikian, Airlanga menambahkan, tidak semuanya perusahaan menaikan harga. Alasannya adalah ada beberapa juga yang justru mayoritas produksinya, berasal dari local content. 

Artinya  perusahaan tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya yang begitu besar untuk memproduksi. Karena,  kebanyakan perusahaan yang terpengaruh ialah mereka yang mengandalkan impor bahan baku. (yos)

Berita Terkait

Waspadai Pemanfaatan Isu Melemahnya Kurs Rupiah

Airlangga Hartanto: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Kinerja Industri Otomotif

Tenang, BI Cukup Amunisi Redam Pelemahan Rupiah
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  12 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  5 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  4 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber