Berita Terbaru :
Sungai Gemblo Yang Penuh Sampah Disulap Menjadi Destinasi Wisata Air
Rakercabsus, Bahas Program Unggulan Hingga Reformasi Birokrasi
Puluhan Calon Pasien di Rumah Sakit Pasang Batu dan Botol Air Mineral
Razia Masker, Polisi Justru Temukan Warga Sedang Bermain Judi
Tiga Pria Pengangguran Tipu Pemuda Berkebutuhan Khusus
Ratusan Warga di Nganjuk Antri Bensin Premium
Dua Pelaku Tawuran Ternyata Masih Remaja
Pemkot Surabaya Gelar Rakor Terkait Rencana Sekolah Dibuka
Bersiap Sekolah Tatap Muka, 21 SMP Jalani Simulasi
Demo Pekerja Hiburan Malam Tuntut Walikota Cabut Perwali 33 Tahun 2020
Di Kampus Unair, Gilang Dikenal Baik dan Pandai
Adu Jangkrik Mobil VS Motor, Satu Tewas
Dirut PDAM Surabaya Bantah Siap Dampingi Machfud Arifin Sebagai Bakal Calon Wawali
Gelar Demo, Mahasiswa Segel Gedung Dewan
Dukun Cabul Asal Bondoeo Ditetapkan Tersangka
   

Mahasiswa 7 Negara Berpartisipasi Bangun Desa di Kabupaten Mojokerto
Pendidikan  Rabu, 01-08-2018 | 10:33 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Mojokerto pojokpitu.com, Sebanyak 211 mahasiswa dari 7 negara turut berpartisipasi dalam membangun 8 desa terpencil di Kabupaten Mojokerto. Pembangunan difokuskan pada penyediaan dan pengembangan fasilitas pendidikan, kebersihan, dan sanitasi.

Kegiatan ini sejak dua pekan di Kabupaten Mojokerto. Ke 211 mahasiswa itu dari Korea Selatan, Hongkong, Belanda, Jepang, Cina, dan Taiwan. Mahasiswa tersebut mencoba untuk memberikan solusi bagi permasalahan di 8 desa Kabupaten Mojokerto. Pembangunan yang dilakukan difokuskan pada pelatihan pendidikan, dan menghadirkan fasilitas warga khususnya dalam hal sanitasi.

Salah satunya, di Dusun Blentreng Desa Ngembat. Di tempat ini, anak-anak Paud berusia terlihat bersemangat belajar Bahasa Inggris bersama mahasiswa asing.

Daniel Prinsen, salah satu mahasiswa asing dari Belanda menuturkan, bahwa Bahasa Inggris yang diajarkan merupakan tingkat dasar.

"Selain kebutuhan pengajaran Bahasa Inggris yang tepat, Paud Desa Blentreng, juga membutuhkan lebih banyak pengembangan fasilitas pendidikan, seperti penambahan kelas dan penambahan alat bermain anak," kata Daniel.

Selain pengajaran kepada warga, 211 mahasiswa ini juga menghadirkan fasilitas yang diperlukan oleh warga, terutama fasilitas sanitasi.

Mahasiswa asing yang mengikuti Community Outreach. Melalui program ini, mereka dapat mengisi libur musim panas dengan berkunjung dan membaur dengan masyarakat di pelosok Desa Kabupaten Mojokerto. (pul)



Berita Terkait

Mahasiswa Asing Belajar Mewarnai dan Memakai Bakiak

Mahasiswa Australia Belajar Konsep Bangunan Ramah Lingkungan

Mahasiswa 7 Negara Berpartisipasi Bangun Desa di Kabupaten Mojokerto

25 Mahasiswa Asing Belajar Bikin Kue di Rusun Penjaringan Sari
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  8 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  8 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  10 jam

Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber