Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pendidikan 

Tommy Firyanto, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bangkalan, mengatakan, perlunya kita mengembangkan wawasan kebangsaan ini karena, pasca reformasi pendidikan pancasila kepada masyarakat dan ASN telah mengalami degradasi. Foto: Ismail Hasyim
Bakesbangpol Bangkalan Respon Positif Materi Radikalisme Masuk Kurikulum Pendidikan
Kamis, 26-07-2018 | 01:16 wib
Oleh : Ismail Hasyim, Moch Sahid
Bangkalan pojokpitu.com, Dimasukkannya materi bahaya penggunaan narkoba dan radikalisme kedalam kurikulum pendidikan, diseluruh jenjang pendidikan. Mendapat respon positif oleh Bakesbangpol Kabupaten Bangkalan.

Karena hal ini termasuk salah satu bentuk pendidikan karakter, agar siswa lebih peka dan waspada. Utamanya isu yang merongrong keutuhan NKRI.

Mengantisipasi akan hal itu, khususnya isu radikalisme dan terorisme selalu menjadi pembicaraan dan selalu menghiasi halaman depan di setiap pemberitaan, baik dimedia cetak,online maupun media electronik.

Oleh sebab itu, pengetahuan tentang wawasan kebangsaan dirasa sangat perlu terus digalakkan disetiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Utamanya bagi kalangan ASN baik ditingkat kabupaten,maupun kecamatan, sebagai modal utama memfilter isu-isu yang akan mengancam kedaulatan negara RI.

Karena tanpa disadari secara perlahan lahan nilai kecintaaan terhadap bangsa dan negara mulai mengalami degradasi. Hal ini jika dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin bangsa Indonesia akan kehilangan jati dirinya, sebagai negara yang berasaskan pancasila.

Tommy Firyanto, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bangkalan, mengatakan, perlunya kita mengembangkan wawasan kebangsaan ini karena, pasca reformasi pendidikan pancasila kepada masyarakat dan ASN telah mengalami degradasi.

Oleh karenanya, Ia merespon positif masuknya materi radikalisme ke kurikulum pendidikan, karena hal tersebut termasuk dalam pendidikan karakter.

"Pendidikan karakter harus juga diisi dengan isu yang saat ini menjadi sorotan, yaitu tentang radikalisme maupun terorisme. Sehingga masyarakat perlu diberi tambahan pengetahuan, "jelas Tommy Firyanto.

Diharapkan nantinya para ASN yang telah mengikuti wawasan kebangsaan ini, dapat menularkan pengetahuannya kepada masyarakat.

Sesuai dengan UU RI nomor 5 tahun 2014 pasal 10 tentang aparatur sipil negara, fungsi ASN adalah  pelaksana kebijakan publik,pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa. (yos)

Berita Terkait


Bakesbangpol Bangkalan Respon Positif Materi Radikalisme Masuk Kurikulum Pendidikan


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber