Berita Terbaru :
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Empat Rumah dan Gudang Toko Bangunan Terbakar
Diduga Beri Keterangan Palsu, Staf Bawaslu Dilaporkan Polisi
Sampai Saat Ini, Pemprov Jatim Belum Memutuskan Kenaikan UMP 2021
Musim Panen Raya , Petani Mengeluh Harga Jual Tomat Sayur Rendah
Bangkalan Masuk Kabupaten Kategori Potensi Bencana Hidrometeorologi
Dinkop : Tidak Ada Pendaftaran Bantuan UMKM Secara Online
Pengerjaan Gedung Shelter Covid 19 Dimulai
Bawaslu Gandeng Santri Jadi Mitra Pengawasan Pilkada
Ribuan Pohon Ditanam di Bumi Perkemahan Glagah Arum Senduro
Masa Pandemi Bisa Tingkatkan Imun Untuk Refreshing di Coban Bidadari
Sekretaris DPC PPP: Meski Sudah Bukan Ketua DPC, Status Ra Mamak Tetap Kader PPP
Usai Pilkada Nanti, 22 Desa di Ngawi Gelar Pilkades
Pemkot Siapkan Pembelajaran Tatap Muka
   

Bakesbangpol Bangkalan Respon Positif Materi Radikalisme Masuk Kurikulum Pendidikan
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 26-07-2018 | 01:16 wib
Reporter : Ismail Hasyim, Moch Sahid
Tommy Firyanto, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bangkalan, mengatakan, perlunya kita mengembangkan wawasan kebangsaan ini karena, pasca reformasi pendidikan pancasila kepada masyarakat dan ASN telah mengalami degradasi. Foto: Ismail Hasyim
Bangkalan pojokpitu.com, Dimasukkannya materi bahaya penggunaan narkoba dan radikalisme kedalam kurikulum pendidikan, diseluruh jenjang pendidikan. Mendapat respon positif oleh Bakesbangpol Kabupaten Bangkalan.

Karena hal ini termasuk salah satu bentuk pendidikan karakter, agar siswa lebih peka dan waspada. Utamanya isu yang merongrong keutuhan NKRI.

Mengantisipasi akan hal itu, khususnya isu radikalisme dan terorisme selalu menjadi pembicaraan dan selalu menghiasi halaman depan di setiap pemberitaan, baik dimedia cetak,online maupun media electronik.

Oleh sebab itu, pengetahuan tentang wawasan kebangsaan dirasa sangat perlu terus digalakkan disetiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Utamanya bagi kalangan ASN baik ditingkat kabupaten,maupun kecamatan, sebagai modal utama memfilter isu-isu yang akan mengancam kedaulatan negara RI.

Karena tanpa disadari secara perlahan lahan nilai kecintaaan terhadap bangsa dan negara mulai mengalami degradasi. Hal ini jika dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin bangsa Indonesia akan kehilangan jati dirinya, sebagai negara yang berasaskan pancasila.

Tommy Firyanto, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bangkalan, mengatakan, perlunya kita mengembangkan wawasan kebangsaan ini karena, pasca reformasi pendidikan pancasila kepada masyarakat dan ASN telah mengalami degradasi.

Oleh karenanya, Ia merespon positif masuknya materi radikalisme ke kurikulum pendidikan, karena hal tersebut termasuk dalam pendidikan karakter.

"Pendidikan karakter harus juga diisi dengan isu yang saat ini menjadi sorotan, yaitu tentang radikalisme maupun terorisme. Sehingga masyarakat perlu diberi tambahan pengetahuan, "jelas Tommy Firyanto.

Diharapkan nantinya para ASN yang telah mengikuti wawasan kebangsaan ini, dapat menularkan pengetahuannya kepada masyarakat.

Sesuai dengan UU RI nomor 5 tahun 2014 pasal 10 tentang aparatur sipil negara, fungsi ASN adalah  pelaksana kebijakan publik,pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa. (yos)

Berita Terkait

Bakesbangpol Bangkalan Respon Positif Materi Radikalisme Masuk Kurikulum Pendidikan
Berita Terpopuler
Usai Pilkada Nanti, 22 Desa di Ngawi Gelar Pilkades
Pilkada  10 jam

Pemkot Siapkan Pembelajaran Tatap Muka
Malang Raya  11 jam

Masa Pandemi Bisa Tingkatkan Imun Untuk Refreshing di Coban Bidadari
Malang Raya  8 jam

Ribuan Pohon Ditanam di Bumi Perkemahan Glagah Arum Senduro
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber