Berita Terbaru :
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idulfitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
   

Menabung Puluhan Tahun, Nenek Sebatang Kara Naik Haji
Mataraman  Sabtu, 21-07-2018 | 09:36 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Dia adalah Supinah, warga Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Foto: Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Berawal dari tekat yang kuat, seorang nenek sebatang kara di Ponorogo, tahun ini terdaftar menjadi Calon Jamaah Haji (CJH) dan berangkat akhir bulan juli 2018. Demi menggapai mimpinya, nenek yang sehari-hari menjadi buruh tani ini, harus menabung hingga 28 tahun.

Dia adalah Supinah, warga Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Diusianya yang senja, nenek berusia 78 tahun ini masih semangat menjalani hidup, termasuk untuk melaksanakan rukun Islam ke lima yang tinggal beberapa hari lagi.
 
Mbah supinah ini masuk dalam kloter 37 embarkasi Surabaya dan berangkat ke tanah suci tanggal 28 juli mendatang. Demi mewujudkan keinginannya, nenek sebatang kara ini setiap hari harus menyisikan uang penghasilannya sebagai buruh tani selama lebih dari 28 tahun.
 
Tak hanya buruh tani tanaman padi, berbagai pekerjaan kasar yang seharusnya dilakukan kaum adam pun ia lakukan. "Seperti jadi juru masak nasi dalam hajatan, penanam pohon tebu hingga pembersih ladang," kata Supinah.
 
Meski upah dalam bekerja dalam sehari tidak lebih dari Rp 70 ribu, namun Mbah Supiah yang menjanda sejak 40 tahun lalu ini tetap berusaha menyisihkan uang setiap hari, dari 10 hingga 30 ribu.

Sejumlah warga pun merasa bangga dengan mbah Supinah, sebab selain pekerjaan sebagai buruh kasar, rumahnya pun jauh dari kata layak. Namun mbah Supinah tetap semangat untuk naik haji.

Sementara dari data di Kantor Kementrian Agama Ponorogo, tahun ini terdapat 605 jamaah calon haji yang berangkat ke tanah suci dan tergabung dalam 36 dan 37 embarkasi Surabaya. (yos)

Berita Terkait

13 Tahun Menabung, Nenek Penjual Nasi Keliling Naik Haji

Jelang Pelaksanaan Ibadah Haji 2019, Kemenag Tuban Berikan Pembinaan

Ratusan Jamaah Haji Laksanakan Puncak Ibadah Haji

Sisihkan Upah, Tukang Pijat Keliling Naik Haji
Berita Terpopuler
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  9 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  8 jam

WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Teknologi  7 jam

Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
Olah Raga  7 jam



Cuplikan Berita
Penjelasan Brigjen Sandi Nugroho Terkait Pria Bergamis Adu Mulut di Checkpoin
Pojok Pitu

Oleng, Truk Muat Jeruk Ambruk ke jalan
Pojok Pitu

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Jatim Awan

Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Berlakukan Buka Tutup
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber