Berita Terbaru :
Batuan Masker Terus Mengalir Untuk Mensukseskan Jatim Bermasker
Nilai Bantuan Sembako Covid-19 Dituding Tidak Sesuai Dengan Jumlah Nominal Rupiah
Calon Penumpang Pewasawat Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Test di Bandara Juanda Surabaya
Pendistribusian Bansos Pangan BPNT Diperketat
Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas
Terlalu Mendadak, Siswa Bingung Tes Rapid
Peserta SBMPTN Mengaku Kecewa Mendapat Informasi Wajib Tes Covid-19 Mendadak
Bagi Masker Kampanyekan Jatim Bermasker
Gugus Tugas Covid Jatim Dapat Support Obat Avigan Dari IHC
Pemkot Akan Gratiskan Tes Covid-19 Bagi Peserta UTBK yang Tidak Mampu
Pencoblosan Dimodifikasi Menyesuaikan Protokol Kesehatan
Peserta KIP dan KTP Surabaya Bisa Tes Rapid Gratis
Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Kampus Siapkan Ruang UTBK Dengan Protokol Kesehatan
Jamaah Mukimin Asal Jatim di Arab Saudi Akan Melaksanakan Haji Tahun 2020
   

Kemendikbud Akan Masukan Bahaya Narkoba dan Terorisme ke Kurikulum
Pendidikan  Kamis, 19-07-2018 | 20:50 wib
Reporter : Iman Pujiono
Sinergitas ketiga lembaga negara ini resmi terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (19) siang. Foto: Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Badan Nasional Penagulangan Teroris (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN), sepakat memasukkan materi bahaya penggunaan narkoba dan radikalisme kedalam kurikulum diseluruh jenjang pendidikan.

Sinergitas ketiga  lembaga negara ini resmi terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Kemendikbud,  Senayan, Jakarta, Kamis (19) siang. Nota kesepahaman ditandatangani langsung oleh kepala BNN, Heru Winarko dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dan kepala BNPT, Suhari Alius.

Hal terpenting yang disepakati oleh ketiga belah pihak adalah, mengintegrasikan materi bahaya penyalahgunaan narkoba  dan teroris  ke dalam kurikulum.

"Kurikulumnya sendri didesain secara lues dan tidak kaku dan kurikulum berasal dari Kemedikbud yang juga mengandeng dari Kementrian Agama," jelas Muahdjir Effendy.

Sementara kepala BNPT Suhari Alius, mengatakan, pendidikan karakter dan agama adalah yang paling utama. "Kita akan bekerja sama dengan Kementrian Agama, untuk memasukan materi pendidikan yang materinya terkait intoleran dan radikalisme," jelas Suhardi Alius.

Bahaya narkoba dan teroris, menjadi perhaian serius Pemerintah Indonesia. Pasalnya kedua hal tersebut akan merusak mental moral bangsa. (yos)




Berita Terkait

Kemendikbud Akan Masukan Bahaya Narkoba dan Terorisme ke Kurikulum
Berita Terpopuler
Masuk Bui, Mantan Kades Sumber Salak Tersangka Korupsi Dana Desa
Hukum  9 jam

Batasi Aktifitas, Tiga Ruas Jalan Nanti Malam Kembali Ditutup
Metropolis  5 jam

Diduga Depresi, Suharti Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur
Malang Raya  10 jam

Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Metropolis  4 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber