Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Menteri Sosial RI, yang diwakili oleh Harry Hikmat, Dirjen Perlindungan dan Jaminan sosial, menyambut baik data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukan persentase penduduk miskin pada maret 2018 sebesar 9,82 persen. Foto: Muhammad Zainurofi
Tekan Bansos Tepat Sasaran Guna Turunkan Angka Kemiskinan
Kamis, 19-07-2018 | 07:36 wib
Oleh : Unggul Dwi Cahyono,Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Kementrian Sosial menekankan bantuan sosial agar tepat sasaran, baik berupa uang maupun barang. Program keluarga harapan digenjot untuk menekan angka kemiskinan skala nasional, di tahun 2019 mendatang, kementerian juga menambahkan petugas pendamping program tersebut guna optimalisasi.

Menteri Sosial RI, yang diwakili oleh Harry Hikmat, Dirjen Perlindungan dan Jaminan sosial, menyambut baik data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukan persentase penduduk miskin pada maret 2018 sebesar 9,82 persen, menurun 0,30 persen poin dibanding september 2017 sebesar 10,12 persen.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara dialog nasional PKH maju, di Pendopo Kabupaten Kediri. Piahknya menyampaikan, perbaikan pemerataan pendapatan pada periode maret 2015 hingga Maret 2018, dimana gini ratio di perkotaan dan perdesaan pada Maret 2015 adalah 0,408 dan pada maret 2018 turun menjadi 0,389.

"Raihan positif ini tak lepas dari peran beragam bantuan sosial dan subsidi yang disalurkan pemerintah dengan prinsip 6T, yakni tepat jumlah, tepat sasaran, tepat administrasi, tepat waktu, tepat harga dan tepat kualitas," jelas Harry Hikmat.

Kemensos mengungkapkan beberapa program Kementerian Sosial menunjukkan capaian positif, dalam penyaluran dan penyerapannya yakni, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Beras Sejahtera (Rastra), Kelompok Usaha Bersama (Kube), Usaha Ekonomi Prduktif (Uep).

Rencana indeks bantuan sosial PKH akan dinaikan signifikan dari Rp 15,4 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp 32 triliun pada tahun 2019. Tujuannya adalah mendorong keluarga untuk sejahtera sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan, mendorong kreativitas keluarga dalam meningkatkan produktivitasnya.

Sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar kelompok pendapatan, mendorong keluarga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menurunkan angka gizi buruk dan stunting serta mencegah putus sekolah. (yos)

Berita Terkait


Tekan Bansos Tepat Sasaran Guna Turunkan Angka Kemiskinan


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber