Berita Terbaru :
Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Air Bengawan Solo Berwarna Merah Kehitaman, Diduga Tercemar Dari Hulu
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Di Tengah Pandemi Covid 19, Ekspor Hasil Perikanan Ditarget Meningkat
Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Gandeng Kampus, KPU Kota Blitar Bentuk Sekolah Demokrasi
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
   

Ratusan Warga Demo Pengadilan, Kawal Sidang Sengketa Tanah
Mataraman  Rabu, 18-07-2018 | 16:05 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Mantan Kepala Desa,Suwito, sebagai tergugat mengaku, tanah yang menjadi sengekta hingga berujung ke persidangan, merupakan tanah dan saluran air milik desa, yang kemudian klaim oleh tergugat sebagai miliknya. Foto: Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Ratusan warga dari Desa Loceret Kecamatan Loceret Nganjuk, melakukan aksi demo di depan kantor Pengadilan Negeri Nganjuk. Masa dari kelompok tani ini, berunjuk rasa dan mengawal jalanya persidangan atas kasus sengekta tanah agar berjalan adil.

Usai melakukan aksi demo dan orasi didepan kantor pengadilan, massa masuk ke halaman pengadilan untuk melakukan doa bersama.

Mantan Kepala Desa,Suwito, sebagai tergugat mengaku, tanah yang menjadi sengekta hingga berujung ke persidangan, merupakan tanah dan saluran air milik desa, yang kemudian klaim oleh tergugat sebagai miliknya.

"Padahal tanah dan saluran itu jelas milik warga secara umum dan milik desa, yang kemudian di jadikan akses jalan menuju ke area pertanian, untuk kepentingan warga petani," jelas Suwito.

Sehingga Muhajir sebagai penggugat, tidak benar kalau tanah tersebut di klaim sebagai tanah miliknya.

Sementara menurut kuasa hukum tergugat, Prapto Suharjo, kepemilikan tanah milik Muhajir, merupakan sah dan kuat secara hukum. Karena penggugat memiliki bukti jual beli tanah yang di tandatangani oleh kepala desa sebelum Suwito menjabat.

"Adanya upaya penyerobotan tanah milik klien saya yang dipakai untuk kepentingan desa, tanpa persetujuan. kita meminta agar dalam putusan sidang nanti, tanah dikembalikan lagi kepada pemiik yang sah," jelas Prapto Suharjo.

Usai melakukan istighosah, massa juga mengikuti proses persidangan dengan agenda, mengahdirkan saksi ahli dari badan pertanahan negara.

Massa mengancam akan terus melakukan aksi demo demi penegakan keadilan, hingga sidang putusan nanti. (yos)

Berita Terkait

Rusak Sumber Air, Warga Minta Tambak Udang Ilegal Ditutup

Puluhan Warga Demo Kanwil Ditjen Bea Cukai Jatim di Juanda

Protes Pernyataan Kepala Kabadan PNP2 PMI, Puluhan PJTKI Aksi Bakar Poster

Warga Sidoarjo Menolak Huniannya Dijadikan Akses Masuk Perumahan Baru
Berita Terpopuler
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  2 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  2 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  2 jam

RDP Soal Program BPNT Memanas
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber