Berita Terbaru :
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
   

Antisipasi Bahaya Gadget, Sekolah Kenalkan Permainan Tradisional
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 18-07-2018 | 06:11 wib
Reporter : Ismail Hasyim dan Moch Sahid
Bangkalan pojokpitu.com, Kemajuan teknologi tidak bisa kita hindari. Utamanya, gadget di kalangan anak - anak bukanlah barang yang baru. Namun kalau kebablasan juga tidak baik bagi anak - anak. Berkaca dari hal tersebut, salah satu sekolah SMP di Bangkalan dalam MPLS kali ini memberikan materi dengan mengenalkan berbagai macam permainan tradisional, selain sehat juga dapat meningkatkan kekompakan bagi para siswa.

Salah satunya, permainan kapal karam sebagai permainan tradisional yang dikenalkan kepada siswa baru untuk melatih kekompakan, kesabaran dan kreatifitas di antara sesama para siswa baru.

Cara permainan ini sangat sederhana, karena setiap tim sebanyak 6 orang harus masuk dalam kotak ukuran 60 x 60 centimeter tanpa ada kaki keluar dari kotak  dan bertahan selama 30 detik.

Permainan tradisional ini juga sebagai salah satu upaya sekolah untuk mengurangi kecendrungan siswa baru untuk bermain game pada gadget. Permainan atau game gadget ini dapat mengurangi interaksi anak dengan teman sebayanya. Di sisi lain, justru mendekatkan anak dengan konten internet yang tidak semua baik untuk anak-anak.

Bagas dan Mahardika, pengurus OSIS SMPN 2 Bangkalan mengatakan, ada tiga game yang dikenalkan ke siswa baru yaitu tangkap bola, memasukkan paku dan kapal karam yang bertujuan melatih kekompakan, kesabaran, dan melatih kreatifitas.

Selain itu pula, dengan kita terus melestarikan permainan tradisional, maka kita terus menjaga kebudayaan asli daerah agar nantinya ke depan jangan sampai permainan tradisional ini menjadi punah, atau bahkan diklaim milik negara lain.(end)

Berita Terkait

Melestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu di Bulan Ramadhan

Sekelompok Pemuda Trenggalek Lestarikan Permainan Tradisional Meriam Bambu

Kurangi Ketergantungan Gadget, Pondok Pesantran Gelar Dolanan Tradisioanal

Gelorakan Dolanan Tradisional di Tengah Serbuan Permainan Online
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  3 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  16 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  13 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber