Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

Foto : Machmud Suhermono
Prediksi Piala Dunia 2018 Rusia, Siklus 20 Tahunan, Kroasia Juara
Sabtu, 14-07-2018 | 15:30 wib
Oleh : Machmud Suhermono
Moscow pojokpitu.com, Ratusan juta pasang mata. dipastikan akan menyaksikan langsung, baik di dalam stadion maupun di layar kaca, partai final Piala Dunia 2018 di Moskow, Rusia, yang akan mempertandingan Kroasia Vs Prancis, Minggu 15 Juli 2018, pukul 22.00 WIB.

Berbagai prediksi dan spekulasi dari pengamat, pemerhati, pelatih, pemain maupun penggemar bola, menghiasi berbagai media mainstream baik cetak, online dan elektronik. Tak ketinggalan prediksi-prediksi canggih spekulatif juga memenuhi laman media sosial. Menariknya, pendukung Prancis dan Kroasia, saling "berperang" di media sosial dan sama-sama yakin bahwa tim yang didukung dan diidolakannya pasti akan menjadi juara. 

Keduanya, mengajukan argumen dengan hitung-hitungan yang menyakinkan. Mereka juga adu data, bahwa tahun ini Prancis yang jadi juara. Sementara pendukung Kroasia yang mendapat suntikan semangat baru dengan kepastikan kedatangan Ibu Presiden yang cantik Kolinda Grabar-Kitarovic, ke Moskow, tak mau kalah dan yakin kalau Kroasia akan menjadi juara dunia baru.

Sebagaimana kata Albert Einstein, bahwa tidak semua yang bisa dihitung, bisa diperhitungkan dan bahwa tidak semua yang diperhitungkan. bisa dihitung, maka sebenarnya peluang kedua kesebelasan untuk menjadi juara masih fifty-fifty.

Baiklah, marilah kita mulai hitung-hitungan dengan menggunakan data. Bila memakai pendekatan trend atau kecenderungan bahwa Juara Dunia, adalah yang kipernya berasal dari klub juara atau klub papan atas di Eropa atau Amerika Latin, maka KROASIA akan menjadi Champion World Cup 2018 Rusia.

Sebab, Kiper Kroasia Danijel Subasic, saat ini bermain untuk klub AS Monaco, Juara Liga 1 Prancis 2017. Selain itu pada musim ini, prestasi AS Monaco juga terjaga. Klub ini menjadi runner up, dan juaranya adalah PSG. Sedangkan kiper Prancis, Hugo Lloris, bermain di Tottenham Hotspur. Klub ini juga sudah lama tidak pernah menjadi juara Liga Primer Inggris, namun sering menembus posisi 5 atau 4 besar saja. ( selengkapnya baca opini: di www.pojokpitu.com tanggal 9 Juli 2018).

Ini perhitungan data yang pertama, dari sisi kiper. Sekarang kita lihat dengan data para juara dalam siklus 20 tahunan, yang selalu melahirkan juara dunia baru. Dari dua finalis Piala Dunia 2018, Kroasia belum pernah menjadi juara. Apalagi Kroasia baru merdeka pada tahun 1991 dan baru ikut Piala Dunia pada tahun 1998 dan hebatnya langsung menembus semifinal, sebelum dikalahkan oleh Prancis. Sedangkan Prancis, sudah sudah pernah menjadi juara dunia pada tahun 1998. 

Nah.. saat Prancis menjadi juara pada tahun 1998 itulah, siklus 20 tahun berjalan. Prancis saat itu menjadi juara dunia baru, usai mengkandaskan Brazil dengan skor 3-0. Padahal saat itu, Brazil yang diperkuat Ronaldo (bukan Cristiano Ronaldo Portugal.. red), sangat diunggulkan dan digadang-gadang menjadi juara. Namun, dengan semangat yang luar biasa, Prancis bisa mengalahkan bintang-bintang dunia itu. 

Bila kita tarik mundur 20 tahun ke belakang, yakni pada tahun 1978, juara dunia baru saat itu adalah Argentina, yang dalam final mengalahkan Belanda dengan skor 3-1. Saat itu juga Belanda juga lagi bagus-bagusnya, talenta dengan Total Football menyuguhkan permainan yang berbeda dengan tim-tim lainnya. Namun juara dunia baru lahir pada tahun itu.

Kemudian kita tarik 20 tahun lagi ke belakang, yakni pada Piala Dunia 1958, yang digelar di Swedia. Kali ini juara dunia barunya adalah Brazil yang difinal mengalahkan tuan rumah Swedia juga dengan skor meyakinkan 5-2. Saat itulah Bintang Brazil Pele yang baru berusia 17 tahun tampil luar biasa dan mencetak 3 gol.

Lalu kita tarik 20 tahun lagi ke belakang, yakni pada Piala Dunia tahun 1938 yang digelar di Prancis. Kali ini juaranya adalah Italia, yang sebelumnya sudah menjadi juara pada Piala Dunia tahun 1934. Kenapa bukan juara dunia baru, karena memang dalam kurun waktu 20 tahun antara 1938 hingga 1958 banyak terjadi anomali atau kekacauan. Pertama, Piala dunia harus absen 12 tahun, karena Perang Dunia II. Piala Dunia 1942 dan 1946 Batal Digelar, karena semua negara sibuk berperang. 

Dan kenapa Italia bisa juara lagi. Hal itu konon tidak lepas dari kabar, bahwa pemain Italia akan terancam nasibnya apabila gagal menjadi juara. Benito Musolini dikabarkan mengancam hukuman mati bagi pemain Italia, bila tidak bisa mempertahankan gelar juara. Sehingga semua pemain Hongaria yang menjadi lawannya di final, bermain agak lunak dan terkesan mengalah. Bahkan kiper Hongaria Antal Szabo mengatakan, "Tidak apa-apa gawang saya kebobolan empat gol, tapi setidaknya saya menyelamatkan nyawa mereka [pemain Italia]" Dan Itali tetap bisa menjadi juara usai menang 4-2.

Selain itu, jangan lupa bahwa pada Piala Dunia 1938, Indonesia dengan nama Hindia Belanda juga ikut tampil sebagai peserta. Ahmad Nawir dan kawan-kawan, saat itu dikabarkan tampil luar biasa. Bahkan, Indonesia adalah negara pertama yang tampil sebagai peserta Piala Dunia dari Benua Asia. Nah. Hebat khan. Namun, dalam pertandingan pertama, langsung dihajar Hongaria dengan skor 6-0. Sehingga Timnas Indonesia harus pulang kampung dengan naik kapal laut, yang saat itu harus berlayar selama satu bulan penuh, baru sampai di Batavia.

Nah, Piala Dunia 2018 di Rusia ini, tepat pada siklus 20 tahunan. Sehingga trend akan melahirkan juara dunia baru setiap 20 tahun akan terjadi jika Krosia menjadi Juara.

Sebagai penguat data, ini saya lampirkan daftar lengkap juara dan runner-up Piala Dunia :

Tahun Juara Skor Runner-up Lokasi Final
1930 Uruguay 4-2 Argentina Montevideo, Uruguay
1934 Italia 2-1 Cekoslovakia Roma, Italia
1938 Italia 4-2 Hungaria Paris, Prancis
1950 Uruguay 2-1 Brasil Rio de Janeiro, Brasil
1954 Jerman Barat 3-2 Hungaria Bern, Swiss
1958 Brasil 5-2 Swedia Solna, Swedia
1962 Brasil 3-1 Cekoslovakia Santiago, Cile
1966 Inggris 4-2 Jerman Barat London, Inggris
1970 Brasil 4-1 Italia Mexico City, Meksiko
1974 Jerman Barat 2-1 Belanda Munchen, Jerman Barat
1978 Argentina 3-1 Belanda Buenos Aires, Argentina
1982 Italia 3-1 Jerman Barat Madrid, Spanyol
1986 Argentina 3-2 Jerman Barat Mexico City, Meksiko
1990 Jerman Barat 1-0 Argentina Roma, Italia
1994 Brasil 0-0 Italia Los Angeles, Amerika Serikat
1998 Prancis 3-0 Brasil Paris, Prancis
2002 Brasil 2-0 Jerman Yokohama, Jepang
2006 Italia 1-1 Prancis Berlin, Jerman
2010 Spanyol 1-0 Belanda Johannesburg, Afrika Selatan
2014 Jerman 1-0 Argentina Rio de Janeiro, Brasil
2018 Moskow, Rusia

Bagaimana pendapat anda? (mud)

Berita Terkait


Prediksi Piala Dunia 2018 Rusia, Siklus 20 Tahunan, Kroasia Juara


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber