Berita Terbaru :
33 Tahun Arema, Aremania Rindu Dualisme Berakhir
Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Warga Trauma Diserang Kembali, TNI Polri Dibantu Brimob Siaga
Bandar Narkoba Lapas Porong Ditembak Mati
Pelajar SMK Negeri Puspo Ciptakan Pakan Konsentrat Untuk Sapi Perah dan Kambing Dari Limbah Pertanian
Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba
Keturunan Gipo Kecewa Pemkot Abaikan Langgar Bersejarah
Komisi D Minta Dispendik Kota Surabaya Mengkaji Ulang Sekolah Tatap Muka
Razia Masker, Puluhan Remaja di Blitar Dihukum Hafalkan Pancasila
PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Dampak Banyak yang Menjual Daripada Membeli Perhiasan, Toko Perhiasan Pasar Kepanjen Tutup
Tahun 2020, Pemkab Bojonegoro Bangung 20 Embung Baru
Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
   

Perawat Liana Dari Puskesmas Dongko Berani Bebaskan Orang Dipasung
Sosok  Sabtu, 14-07-2018 | 10:15 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Bagi Liana, salah satu cara menyembuhkan pasien ODGJ ini dengan menganggap mereka teman dan tidak menjauhi mereka. Foto Rosi
Trenggalek pojokpitu.com, Sosok perawat Liana asal Puskesmas Dongko, Kabupaten Trenggalek ini bisa menjadi teladan, agar tidak menjauhi Orang Dengan Gangguan Jiwa, atau ODGJ. Usia masih muda, Liana tidak jijik dengan ODGJ yang saat dipasung oleh keluarganya. Bahkan, Liana bersama petugas dinas kesehatan dan kepolisian berhasil membebaskan 19 ODGJ dari pasungan.

Salah satunya membebaskan Mingan, odgj yang dipasung di sebuah kandang belakang rumahnya di Desa Dongko, Kecamatan Dongko, Trenggalek. Setelah kandang tempat pasung berhasil dibuka, tanpa rasa jijik, Liana langsung memeluk mingan yang tubuhnya kotor setelah 10 tahun dipasung oleh keluarganya.  Tak hanya itu, dengan berani Liana memandikan Mingan dan memberinya obat. Setelah bersih, Liana bersama Tim ODGJ membawa Mingan ke Puskesmas Dongko untuk diobati.

Di Puskesmas Dongko, ternyata Mingan hanya satu dari 154 pasien ODGJ. Seluruh pasien tersebut terus diobati dengan berbagai teknik, seperti permainan, edukasi dan keterampilan.

Liana mengaku, dirinya tertarik menyembuhkan pasien ODGJ lantaran prihatin dengan jumlahnya yang terus meningkat. "Sejak 2010, kami sudah membebaskan 19 orang yang dipasung dan menangani 145 orang dengan gangguan jiwa," kata Liana.

Bagi Liana, salah satu cara menyembuhkan pasien ODGJ ini dengan menganggap mereka teman dan tidak menjauhi mereka.

Aksi liana ini bisa menjadi contoh sekaligus teladan bagi siapa saja, agar tidak meninggalkan orang dengan gangguan jiwa. Kini berkat Tim ODGJ, pasien dengan gangguan jiwa di trenggalek terus berkurang. (pul)

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Saksikan Pelepasan Pasungan di Dampit Malang

Seorang Pemuda di Tuban Dipasung Selama 17 Tahun

Gangguan Jiwa, Remaja Dipasung Keluarga

Dipasung Dua Tahun Kakak Beradik Pasien Gangguan Jiwa Dibebaskan
Berita Terpopuler
Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
Pilkada  11 jam

PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Pilkada  8 jam

Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narko...selanjutnya
Hukum  3 jam

Dampak Banyak yang Menjual Daripada Membeli Perhiasan, Toko Perhiasan Pasar Kepa...selanjutnya
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber