Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pendidikan 

PPDB SMP Swasta Turun, Guru MKKS Resah
Jum'at, 13-07-2018 | 11:11 wib
Oleh : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Sejumlah kepala sekolah swasta yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, MKKS, SMP swasta Surabaya mengaku resah. Mereka mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya telah menyalahi aturan.

Mereka menyatakan kekhawatiran itu timbul setelah melihat kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dalam penerimaan siswa SMP negeri yang melebihi kuota. Akibatnya, penurunan drastis terjadi pada pendaftaran peserta didik baru, atau PPDB untuk SMP swasta pada tahun ini.

Menurut Kaumin Kepsek Muhammadiyah 14, Pemkot Surabaya dinilai tidak patuh pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan atau Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang jumlah siswa per rombongan belajar.

"Dengan kejadian ini, dikhawatirkan mampu menimbulkan efek domino terhadap berkurangnya jumlah siswa, penurunan kuwalitas sekolah, dan pemecatan ratusan guru swasta akibat berkurangnya siswa yang akan dididik," kata Kaumin.

Terkait dengan permasalah itu, para kepala sekolah dan guru SMP swasta dalam MKKS telah mengirim surat ke Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, untuk audiensi atau berdialog.

"Jika audensi dengan walikota untuk mencari solusi itu gagal, maka kami akan turun ke jalan," jelas Kaumin. (pul)

Berita Terkait


Format PPDB SMP Berubah, Nilai UNBK Tak Jadi Syarat

Sejak Ada Sistem Zonasi, 10 SMPN Kekurangan Murid

PPDB SMP Swasta Turun, Guru MKKS Resah

Walimurid Pasang Strategi Sebelum Daftar PPDB SMP Jalur Reguler


Hari Terakhir PPDB SMP Jalur Reguler Belum Terjadi Perang Nilai

Walimurid Pasang Strategi Sebelum Daftar PPDB SMP Jalur Reguler

Tak Lolos PPDB SMP Kawasan, Bisa Ikut Jalur Reguler

Hari Terakhir PPDB SMP Kawasan Sepi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber