Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Polisi Geledah Bimbel Tempat Guru Cabuli Murid
Kamis, 12-07-2018 | 19:27 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Kasus cabul yang dilakukan Ulla Abdul Muiz, guru matematika terhadap empat muridnya terus dikembangkan oleh anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Polisi tak hanya berupaya mengungkap korban lain, tapi juga menggeledah bimbingan belajar tempat pelaku mengajar di kawasan Kedung Rejo, Pakal Surabaya.

Dalam penggeledahan bimbingan belajar mindset ini, polisi mengajak pelaku Ulla Abdul Muiz ke lokasi yang terletak di Jalan Kedung Rejo, Pakal, Surabaya, Kamis siang tadi. Polisi menggeledah satu per satu ruangan untuk mencari barang bukti tambahan atas perbuatan cabul yang dilakukan guru matematika berusia 34 tahun ini. Namun setelah melakukan penggeledahan selama satu jam, polisi tak menemukan barang bukti tambahan.

AKP Ruth Yeni, Kanit PPA, mengatakan, selain menggeledah bimbingan belajar, pihaknya juga melakukan pra rekonstruksi perbuatan cabul yang dilakukan pelaku yang tinggal di Jalan Raci gang dua ini. Namun dari pra-rekonstruksi tersebut, tidak ditemukan perbedaan keterangan pelaku dengan yang ada di berita acara pemeriksaan.

"Hingga saat ini, korban cabul masih berjumlah 4 orang, yang terdiri dari siswa SMP dan siswa SMA," kata AKP Ruth Yeni.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Ulla Abdul Muiz, guru matematika ditangkap anggota Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya lantaran mencabuli empat anak didiknya di bimbingan belajar mindset di kawasan Kedung Rejo, Benowo Surabaya.

Modus yang dilakukan pelaku dengan menakuti korbannya, telah diikuti makhluk halus dan bila tidak diobati, maka akan mendatangkan kematian. Atas dasar tersebut, maka korban dipaksa telanjang dan dicabuli.

Perbuatan cabul guru matematika ini berlangsung sejak Mei 2017 dan baru terbongkar setelah salah satu korban melapor ke orangtuanya. Akibat perbuatannya, guru les matematika ini bakal dijerat pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(end)



Berita Terkait


Polisi Geledah Bimbel Tempat Guru Cabuli Murid

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua