Berita Terbaru :
Festival Inovasi Disrupto Kembali Digelar Secara Virtual
Tabung Haji Umroh Siap Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19, Begini Strateginya
Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Air Bengawan Solo Berwarna Merah Kehitaman, Diduga Tercemar Dari Hulu
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Di Tengah Pandemi Covid 19, Ekspor Hasil Perikanan Ditarget Meningkat
Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Gandeng Kampus, KPU Kota Blitar Bentuk Sekolah Demokrasi
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
   

Sengketa Tanah Dengan Perusahaan Semen, Puluhan Warga Desa Gaji Arak Tumpeng
Pantura  Kamis, 12-07-2018 | 15:12 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Dengan membawa 5 tumpeng, puluhan warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan aksi simbolik di depan gedung DPRD dan kantor Badan Pertanahan Tuban. Foto: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Dengan membawa 5 tumpeng, puluhan warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan aksi simbolik di depan gedung DPRD dan kantor Badan Pertanahan Tuban.

Tujuannya, untuk mendoakan pejabat yang masih hidup, supaya peduli dengan tuntutan mereka atas kasus sengketa tanah dengan salah satu perusahaan semen.

Sesampainya di gedung DPRD Tuban, warga secara bergantian berorasi menyuarakan tuntutan mereka. Dalam orasinya, warga mengungkapkan bahwa mereka tak pernah menjual lahannya ke perusahaan.

Kordinator aksi, Abu Nasir, menjelaskan, bahkan, warga baru mengetahui adanya proses jual beli lahan saat akan menyertifikatkan lahanya, di kantor Badan Pertanahan Nasional Tuban pada tahun 2003. Karena merasa dirugikan, warga akhirnya memproses kasus tersebut ke jalur hukum sampai ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Belum adanya keputusan dari PTUN, mendorong warga Gaji melakukan aksi mengarak tumpeng di depan kantor DPRD dan BPN Tuban sebagai bagian dari kearifan lokal.,dengan harapan kasus sengketa ini bisa segera terselesaikan," jelas Abu Nasir.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional Cabang Tuban, Ganang Anindito, mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum dapat memproses kebenaran dokumen kepemilikan tanah antara warga dan PT. Semen Gresik. "Hal tersebut baru dapat dilakukan setelah keluar putusan dari PTUN," jelas Ganang Anindhito.

Apabila kasus tersebut tidak ada titik terang, warga Gaji mengancam akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar. Dengan menyorot persoalan lingkungan, dan dampak dari keberadaan corporate semen BUMMN tersebut. (yos)

Berita Terkait

Rusak Sumber Air, Warga Minta Tambak Udang Ilegal Ditutup

Puluhan Warga Demo Kanwil Ditjen Bea Cukai Jatim di Juanda

Protes Pernyataan Kepala Kabadan PNP2 PMI, Puluhan PJTKI Aksi Bakar Poster

Warga Sidoarjo Menolak Huniannya Dijadikan Akses Masuk Perumahan Baru
Berita Terpopuler
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  3 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  3 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  3 jam

Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  2 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber