Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Droping air bersih ini, rutin dilakukan BPBD Tuban disejumlah daerah, yang mengalami kekeringan cukup parah. Foto: Khusni Mubarok
Puluhan Desa di Tuban Kekeringan, Warga Serbu Droping Air Bersih
Kamis, 12-07-2018 | 14:05 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Bencana kekeringan akibat kemarau panjang melanda 7 wilayah kecamatan di Tuban, Jawa Timur. Sedikit 30 ribu jiwa di 26 desa tersebut, kini mengalami krisis air bersih.

Guna membantu kesulitan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, mengerahkan sejumlah truk tangki untuk mendroping airbersih ke berbagai wilayah tersebut.

Warga Desa Sembungrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, langsung berbondong-bondong menyerbu truk tangki bantuan air bersih tersebut. Mereka datang dengan membawa timba, jerigen maupun ember kosong, demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Droping air bersih ini, rutin dilakukan BPBD Tuban disejumlah daerah, yang mengalami kekeringan cukup parah. Karena, sejak beberapa bulan ini mengalami krisis air bersih akibat kemarau.

Penyaluran air bersih ini, dilakukan sepekan terakhir di 7 kecamatan di Kabupaten Tuban yang mengalami kekeringan. Yakni Semanding , Grabagan, Kerek, Senori, Bangilan, Parengan, dan Jati Rogo.

Salah satu warga, Rubiyah, mengaku senang mendapat bantuan air ini. Pasalnya, sejak sepekan terakhir, sumur-sumur warga di desa setempat mulai mengering. Akibatnya warga mengalami krisis air bersih.

"Kalaupun ada kondisi airnya keruh, sehingga tidak layak konsumsi. Akibatnya warga terpaksa harus membeli air bersih dari luar desa," jelas Rubiyah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tuban, Gaguk Hariyanto, menjelaskan, data dari BPBD Tuban, kekeringan di Tuban berdampak pada lebih dari 30 ribu jiwa yang ada 26 desa di 7 kecamatan.

"Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPBD menerjunkan 3 armada, untuk mengirim air bersih sesuai jadwal pengiriman, yang sudah di tentukan," jelas Gaguk Hariyanto.

Bencana kekeringan di Kabupaten Tuban ini, diperkirakan masih akan meluas. Mengingat puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan September. (yos)

Berita Terkait


Musim Tidak Tentu, Petani Merubah Pola Tanam Padi

Hujan Lebat, BMKG Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Alam

29 desa di Bojonegoro waspada hujan deras disertai angin

Angin Ribut Melanda 2 Kecamatan di Kabupaten Ngawi


Cuaca Ekstrem, Status Tanggap Bencana Diperpanjang

Begini Cara Peternak Lele Menyiasati Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Petani Waspada

BMKG Ingatkan Jawa Timur Terancam Cuaca Ekstrem
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber