Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Penyebaran Paham Radikalisme Melalui Media Sosial
Rabu, 11-07-2018 | 19:59 wib
Oleh : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Penyebaran paham radikalisme kini tak lagi butuh waktu bertahun-tahun. Bahkan melalui media sosial, proses doktrin takfiri yang menjadi benih radikalisme ini tersebar dan berkembang secara cepat. Hal ini dijelaskan oleh pengamat radikalisme asal Universitas Indonesia.

Mengamati serbuan ajakan dan doktrin takifiri dari puluhan akun di media sosial, pengamat terorisme asal Universitas Indonesia, Solehudin, menyampaikan sejumlah data dan fakta tentang penyebaran radikalisme di Indonesia.
 
Menurut Solehudin, penyebaran doktrin takfiri atau paham golongan muslim yang mengkafirkan muslim lain yang tidak menganut ajaran secara murni, kini kerap tersebar di media sosial.
 
Hal ini disampaikan Solehudin, saat memberikan kursus singkat tentang perspektif peliputan terorisme untuk jurnalis yang digelar Aliansi Indonesia Damai (AIDA) di salah satu hotel di Surabaya.
 
Dalam kursus singkat itu, Solehudin menyebutkan bahwa penyebaran doktrin takfiri itu kini telah meninggalkan metode lama dan menghindari kontak melalui telepon agar tak bisa disadap.
 
"Metode lama dalam proses pendoktrian takfiri yang menjadi benih paham radikalisme di Indonesia, dilakukan melalui tatap muka seperti sarana pengajian atau majelis dakwah yang bersifat tertutup. Dengan metode lama ini, seseorang bisa terpengaruh secara bertahap dan butuh waktu bertahun-tahun," tutur Solehudin.
 
Namun dengan metode baru atau melalui media sosial serta situs-situs komunitas, doktrin takfiri itu mampu disebarkan secara cepat dan hanya butuh waktu beberapa bulan.
 
Dengan banyaknya akun media sosial yang mengajarkan doktrin takfiri ini, pihak kominfo terus melakukan pengawasan dan memblokir akun medsos serta situs-situs di internet yang terbukti menyebarkan benih paham radikalisme.(end)
 



Berita Terkait


Penyebaran Paham Radikalisme Melalui Media Sosial

Unair Ancam Keluarkan Mahasiswa Terlibat Radikalisme

Seluruh Rektor di Surabaya Deklarasikan Kampus Anti Radikalisme


Ajak Kalangan Milenia Tangkal Radikalisme dengan Nobar Film "22 Menit"

Bakesbangpol Bangkalan Respon Positif Materi Radikalisme Masuk Kurikulum Pendidikan

Radikalisme Menjadi Tantangan Pengurus Baru Dewan Dakwah Jatim

Penyebaran Paham Radikalisme Melalui Media Sosial
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber