Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Viral Di Medsos, Seorang Bapak Aniaya Pemuda
Minggu, 08-07-2018 | 14:25 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Media sosial Facebook bisa juga dijadikan media pemberitaan hoax atau tidak benar. Seperti yang terjadi di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang ini misalnya, yang memposting pelaku penganiayaan terhadap seorang pemuda yang dituduh mencekoki minuman keras kepada anaknya, hingga luka lebam di sekujur tubuh dan harus dirawat di rumah sakit selama tiga hari.

Polsek Kepanjen beberapa waktu lalu sempat mendapatkan laporan adanya penganiayaan terhadap Catur Agung (22) warga Desa Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang berakibat dirinya harus dilarikan ke rumah sakit atas luka yang diderita.
Pelakunya sendiri Suryanto (52) yang tidak lain adalah bapak dari teman korban sendiri yang saat itu tengah mengadakan rekreasi di pantai wilayah Malang Selatan bersama ketujuh teman lainnya.

Saat berada disana, mereka memiliki inisiatif membeli miras jenis anggur kolesom sebanyak 2 botol dengan patungan. Mereka menggelar pesta miras kecil-kecilan, meskipun tidak sampai habis satu botol dan sisanya dibawa pulang.

Namun pelaku yang curiga terhadap anaknya yang terlihat habis menenggak miras, segera berbicara dengan anaknya. Anak pelaku melaporkan korbanlah yang mengajaknya, hingga pelaku langsung menganiaya korban hingga babak belur.

Usai diberitakan di Jtv itulah, kasus tersebut sempat viral di media sosial. yang diunggah sebuah komunitas yang menamakan Arek Kepanjen Memposting bahwa pelaku adalah orang baik dan tidak seharusnya dihukum, tanpa melihat fakta yang sebenarnya terjadi.

Guna meluruskan opini masyarakat yang keliru itulah, perwakilan warga RT 5 RW 5 Desa Penarukan Kepanjen bersedia menjadi saksi di Polsek Kepanjen. Para warga ini yang mengetahui kejadian sesungguhnya, saat pelaku menganiaya secara brutal meskipun sudah dilerai tetangganya.

Menurut pengakuan Hari Jaya, saksi dan tetangga korban, bahwa kejadian penganiayaan bermula saat mereka adakan rekreasi di Balekambang dan patungan membeli anggur merah untuk dikonsumsi bersama-sama. Semua dilakukan tanpa adanya paksaan. Lantas korban diseret oleh pelaku ke rumah salah satu saksi untuk kemudian dianiaya berulang kali. Karena luka yang diderita, korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada.

"Namun viralnya berita tersebut di media sosial tidaklah benar. Sementara banyak komentar - komentar lain seputer peristiwa itu yang salah persepsi," tutur Hari Jaya, saksi dan tetangga korban.

Meskipun demikian, Satreskrim Polsek Kepanjen yang menerima laporan berdasarkan bukti visum segera meringkus pelaku tanpa ragu. Polisi menjerat pelaku dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukumannya hingga di atas 5 tahun kurungan penjara.(end)




Berita Terkait


Penganiaya Ibu Muda Ditetapkan Tersangka Oleh Polisi

Enam Pelaku Penganiaya Mahasiswa Ditangkap Polisi

Rebutan Air Sawah, Empat Kelompok Tani Disabet Keris

Fakta Baru Soal Dugaan Penganiayaan Ratna Sarumpaet


Korban Penganiayaan Oknum Guru Diperiksa

Dua Korban Penganiayaan Cari Keadilan

Lakukan Penganiayaan, Suami Dipidanakan Istri

Pelaku Penganiayaan Anggota Polisi Ditangkap
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber