Berita Terbaru :
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online
Gali Irigasi Sawah, Warga Pasuruan Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno
Demi Kemanusian, Pasien Eks Covid 19 Donor Plasma di PMI
Cak Nur,Wakil Bupati Sidoarjo Calonkan Bupati Dari PKB
Pandemi Covid 19 Kejahatan Cyber Naik 100 Persen
Puluhan Warga Demo Kanwil Ditjen Bea Cukai Jatim di Juanda
Kejari Musnahkan Barang Bukti 116 Dua Bulan Perkara
Tidak Memakai Masker, Sejumlah Pengendara Jalan Diminta Putar Balik
   

Gagal SBMPTN 2018, Jangan Putus Asa ya
Pendidikan  Minggu, 08-07-2018 | 06:13 wib
Reporter :
Surabaya pojokpitu.com, Para calon mahasiswa yang gagal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018, tiak perlu putus asa. Masih banyak perguruan tinggi swasta (PTS) yang berkualitas bisa menjadi pilihan untuk melanjutkan studi. Lantaran, didukung dengan kualitas pengajar maupun fasilitas pendidikannya yang representatif.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Isa Anshori mengatakan memang tidak memungkiri perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi idaman di kalangan calon mahasiswa, karena dianggap bisa menjamin masa depan dan kemudahan mendapat pekerjaan mapan.

"Sebetulnya tidak seperti itu, sehingga jika orangtua berpikirnya harus negeri. Nah itu harus diubah cara berpikirnya. Menurut saya PTS juga tidak kalah dibanding dengan PTN," tutur Isa.

Isa menjelaskan harus ada campur tangan dari pemerintah agar mengubah stigma bahwa PTS itu kualitasnya kurang baik. Selain itu, ada edukasi masyarakat bahwa PTS juga tidak kalah dengan negeri.

"Jangan salah, ada Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ada prodi komunikasinya yang lebih bagus dari negeri. Masyakatkan selalu melihat negerinya dulu dan kalau bisa lebih jeli untuk memilih perguruan tinggi," katanya.

Isa mengimbau masyarakat berfikir rasional karena menilai perguruan tinggi tidak hanya dari labelnya saja, tetapi juga harus dari akreditasinya. Kemudian yang kedua, dari proses cara mengajar di perguruan tinggi.

Banyak di Surabaya PTS berkualitas dengan segudang prestasi dan fasilitasnya yang mumpuni, di antaranya Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Unipa), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia), Stie Perbanas Surabaya, dan masih banyak lainnya bisa menjadi pilihan siswa yang gagal dalam ujian SBMPTN 2018.

PTS juga dituntut untuk proaktif menunjukkan sebagai perguruan tinggi yang berkualitas. "PTS juga harus membangun kepercayaan, bahwa perguruan tingginya juga layak dijadikan jujukan calon mahasiswa," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, dari segi prestasi juga harus digencarkan, memberi wadah bagi mahasiswa yang kuliah di PTS nantinya dengan bangga bercerita ke orang lain kalau PTS-nya tidak kalah dengan perguruan tinggi lainnya. (*/no/jpnn/yos)


Berita Terkait

Pengumuman SBMPTN 2019: Selamat Buat 168 Ribu Lebih Mahasiswa Baru

Unair Lebih Pertimbangkan Terima Calon Mahasiswa Yang Mau Student Exchange

Kampus Tak Tentukan Passing Grade SBMPTN

Tak Lolos SNMPTN, Siswa Mulai Ikuti Simulasi UTBK SBMPTN
Berita Terpopuler
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RS...selanjutnya
Opini  3 jam

Warga Temukan Ratusan Amunisi Aktif
Peristiwa  2 jam

Tergelincir Lempengan Jalan, Pengendara Motor Terlindas Truck Trailer
Metropolis  18 jam

Stok Menipis, Harga Ayam Potong Terus Melambung
Ekonomi Dan Bisnis  18 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber