Berita Terbaru :
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idulfitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
   

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pengerusakan Atribut Perguruan Silat
Mataraman  Selasa, 26-06-2018 | 20:02 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Aiptu Muhammad Arifin, Anggota Humas Polres Nganjuk, mengatakan,sebelum menetapkan tiga tersangka, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang. Foto: Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Polres Nganjuk Akhirnya menetapkan 3 tersangka atas kasus pengerusakan atrubut milik salahsatu perguruan, dan sejumlah bendera dan benner Nahdlatul Ulama (NU) beberapa waktu lalu. Ketiga tersangka ini merupakan oknum dari perguruan silat persaudaraan setia hati teratai, yang sebelumnya terlibat konflik dengan perguruan silat pagar nusa. Kini, ketiga tersangka tersbeut ditahan di Mapolres Nganjuk guna proses hukum selanjutnya.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus pengerusakan atribut salahsatu perguruan silat, dan banner serta bendera NU, penyidik Satreskrim Polres Nganjuk menetapkan tiga tersangka. Diantaranya ADS (19), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Nganjuk,JRW(19), warga Desa Teken Glagahan, Kecamatan Loceret, Nganjuk dan IGF (16), warga Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk.

Aiptu Muhammad Arifin, Anggota Humas Polres Nganjuk, mengatakan,sebelum menetapkan tiga tersangka, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang. Dalam perkembangannya, penyidik memperdalam kesaksian lima orang, hingga akhirnya 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
 
"Tiga tersangka ini memiliki peran masing-masing dalam rangkaian pembakaran. EDS merupakan oknum yang mencopot bendera NU, JRW merupakan oknum yang merobek banner, sedangkan IGF merupakan oknum yang membakar bendera NU," jelas Aiptu Muhammad Arifin.

Atas perbuatannya, 3 tersangka dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun.
 
Pada berita sebelumnya disebutkan adanya seragan balik dari salahsatu perguruan silat yang menjadi korban atas pengerusakan itu, ternyata itu tidak benar. Perguruan silat pagar nusa tidak melakukan serangan balik atas pengerusakan itu.

Sebelum pemeriksaan dan penetapan tersangka, polisi bersama TNI melakukan mediasi perdamaian dua perguruan silat yang terlibat konflik, yakni antara pagar nusa dan PSHT.

Dari mediasi tersebut didapat kesepakatan bahwa kedua belah pihak sudah saling memaafkan. sedangkan pihak PSHT diminta oleh pagar nusa untuk meminta maaf seara terbuka melalui media. Serta mempersilahkan aparat keamanan, untuk memproses hukum perkara pembakaran banner dan bendera NU tersebut. (yos)




Berita Terkait

Dua Kelompok Silat Bentrok, Polisi Lakukan Penyisiran

Pengurus PSHT : Insiden Penusukan Terhadap Heru Tidak Ada Kaitan dengan Perguruan Silat

Dituduh Bacok Anggota PSHT, Pesilat Pagar Nusa Lapor Ke Polda Jatim

2 Pesilat Dirawat di Rumah Sakit, Belasan Lainnya Luka-Luka
Berita Terpopuler
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  7 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  6 jam

WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Teknologi  5 jam

Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
Olah Raga  4 jam



Cuplikan Berita
Penjelasan Brigjen Sandi Nugroho Terkait Pria Bergamis Adu Mulut di Checkpoin
Pojok Pitu

Oleng, Truk Muat Jeruk Ambruk ke jalan
Pojok Pitu

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Jatim Awan

Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Berlakukan Buka Tutup
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber