Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Politik 

Nasionalisme Bung Karno adalah Nasionalisme Islam
Kamis, 21-06-2018 | 09:31 wib
Oleh :
Blitar pojokpitu.com, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menilai Presiden pertama RI Bung Karno tidak pernah mengobarkan semangat nasionalisme sekuler ala Barat. Menurut Kiai Said, Bung Karno yang dikenal sebagai Bapak Bangsa itu mengobarkan nasionalisme Islam.

"Nasionalisme Bung Karno bukan nasionalisme sekuler, bukan nasionalismenya Ernest Renan, tapi Bung Karno sama dengan nasionalismenya KH Hasyim Asyari, sobiyyun min qolbin mukmin, lahir dari hatinya seorang yang beriman. Pas seperti KH Hasyim Asyari mengatakan hubbul wathan minal iman," ujar Kiai Said dalam Kenduri 1.001 Tumpeng Haul Bung Karno ke-48, yang digelar di Makam Bung Karno, Kota Blitar, Rabu (20/6).

Selain dihadiri calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul dan Mbak Puti, hadir juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan sejumlah ulama serta tokoh nasional seperti, seperti KH Nurul Huda Djazuli, KH Zainuddin Djazuli, KH Anwar Iskandar, KH Fuad Djazuli, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Anggota Dewan Pengarah BPIP, Mahfud MD, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menristek Mohamad Nasir dan Kepala BIN Budi Gunawan.

Selain itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga hadir.

Kiai Said menjelaskan, salah satu bentuk nasionalisme Islam ala Bung Karno adalah adanya Menteri Penghubung Alim-Ulama saat pemerintahannya pada 1960-an. Menteri Penghubung Alim-Ulama ini berbeda dengan Menteri Agama.

"Jadi betapa Bung Karno adalah seorang yang sangat-sangat religius. Sangat nasionalis dan sangat religius," tegas Kiai Said.

Dia juga mengungkapkan alasan mengapa hubungan Bung Karno dengan para kiai begitu dekat. "Karena beliau yakin, punya keyakinan bahwa hanya bersatu dengan para ulama para santri negara ini bisa kuat. Tidak mungkin tantangan besar ditangani sendiri," ujarnya.

"Tidak mungkin kaum nasionalis saja tanpa kalangan santri. Begitu juga santri saja, santri yo pake sendal, pake sarung gak mungkin itu mengemban amanat yang besar. Ini harus bersatu, dua-duanya nasinalis santri, santri nasionalis," imbuhnya.

Kiai Said mengatakan, persatuan kalangan kaum santri dan nasionalis ini pula yang mewujudkan Islam Nusantara. "Islam yang menghormati budaya. Seperti hari ini, ini (peringatan haul) tidak ada di Timur Tengah. Di Arab gak ada opo haul iki?" ujarnya.

"Namun itulah Islam Nusantara yang lahir dari tokoh-tokoh Islam yang cerdas, ada tahlilnya ada fatihahnya ada tabur bunganya. Inilah Islam Nusantara," pungkas Kiai Said. (adk/jpnn/pul)


Berita Terkait


Peringati Haul Bung Karno, Warga Gelar Kenduri Seribu Tumpeng

Nasionalisme Bung Karno adalah Nasionalisme Islam

Haul Bung Karno, Pemkot Blitar Gelar Seribu Tumpeng

Memperingati Haul Bung Karno Warga Blitar Gelar Seribu Tumpeng


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber