Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Info Lebaran 

suasana haul akbar di makam islam dusun Gridi Kelurahan Pacuh Kec.Balongpanggang. Gresik
Tradisi Ziarah Makam Leluhur Pada Masyarakat Jawa
Rabu, 20-06-2018 | 18:48 wib
Oleh : Ambari Taufiq
Gresik pojokpitu.com, Bagi masyarakat Jawa makam merupakan tempat yang dianggap suci dan pantas dihormati. Makam sebagai tempat peristirahatan bagi arwah nenek moyang dan keluarga yang telah meninggal.

Ziarah makam merupakan satu dari sekian tradisi yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Jawa. Berbagai maksud dan tujuan maupun motivasi selalu menyertai aktivitas ziarah. Ziarah kubur yang dilakukan oleh orang Jawa ke makam yang dianggap keramat sebenarnya akibat pengaruh masa Jawa-Hindu. Pada masa itu, kedudukan raja masih dianggap sebagai titising dewa sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan seorang raja masih dianggap keramat termasuk makam, petilasan, maupun benda-benda peninggalan lainnya.
Kepercayaan masyarakat pada masa Jawa-Hindu masih terbawa hingga saat ini. Banyak orang beranggapan bahwa dengan berziarah ke makam leluhur atau tokoh  tertentu dapat menimbulkan pengaruh tertentu. Kisah keunggulan atau keistimewaan tokoh yang dimakamkan merupakan daya tarik bagi masyarakat untuk mewujudkan keinginannya.
 

Ziarah Sebagai Ungkapan Doa Bagi Arwah Leluhur


Secara umum ziarah yang dilakukan saat ini bagi masyarakat Jawa mempunyai maksud untuk mendoakan arwah leluhur mereka. Masyarakat biasanya secara bersama-sama mengadakan kerja bakti membersihkan makam desa atau dusun dengan segala tradisi dan adat kebiasaan yang berlaku secara turun temurun. Ada juga yang dilengkapi dengan mengadakan kenduri bersama di makam, atau di rumah kepala dusun mereka.
 

Bagi masyarakat Gridi yang masuk wilayah Keluarahan Pacuh Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik ritual do`a bersama di makam islam  desa setempat di yakini bisa mempersatukan warga.
namun ritual kali ini berbeda dengan ritual yang lain. karena ritual ini di lakukan seluruh warga tanpa terkecuali se usai lebaran.

Di sini tidak ada tabur bunga layaknya ziarah ke makam, melainkan mereka hanya menggelar do`a bersama dan baca ayat ayat suci alqur`an yang di tujukan kepada arwah leluhur mereka yang sudah menghadap allah swt .

Doa`a bersama ini  dipimpin tokoh masarakat setempat . dan ketika acara do`a bersama di mulai , seluruh warga yang hadir menghadap ke kiblat atau menghadap kearah  makam  .

Menurut Fachrurrozi tokoh masyarakat Gridi tradisi do`a bersama atau ziarah yang di lakukan warga ini mempunyai fungsi untuk mengingatkan kita yang masih hidup bahwa suatu saat kematian akan  di alami. selain itu bahwa ziarah
makam akan menimbulkan ikatan batin antara yang masih hidup dengan leluhur yang telah meninggal. dan yang lebih utama adalah untuk mempersatukan warga khsuusnya warga dusun gridi.


Sementara itu Kepala desa Pacuh Nur `Aini yang ikut dalam  do`a bersama  di makam islam desa setempat  sangat mendukung acara ini sebab ini  ini adalah bentuk syukur masarakat pacuh khususnya warga dusun gridi .karena dengan do`a bersama dan berkumpulnya seluruh warga akan terjalin silaturahmi antar warga. sebab hampir 90 persen warga desanya perantau semua.
Nur Aini berharap ritual ini bisa turun temurun ke generasi selanjutnya. sebab setelah ini mereka akan meninggalkan kampung halaman mereka menuju ke tempat kerja masing-masing.[mba]        

Berita Terkait


Tradisi Ziarah Makam Leluhur Pada Masyarakat Jawa


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber