Berita Terbaru :
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Dosen yang Jadi Kolektor dan Pemburu Kitab Kuno
Pantura  Senin, 18-06-2018 | 19:06 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Seorang dosen di Jombang rela berkeliling sejumlah lokasi hanya untuk menjadi kolektor kitab-kitab kuno. Hasil perburuan dosen inipun tidak mengecewakan. Tercatat dari puluhan koleksinya terdapat manuskrip berusia 300 tahun. Hobi dosen berburu kitab ini tidak lain hanya untuk melestarikan warisan budaya keilmuan nenek moyang yang mulai menghilang.

Agus Sulton, pria berusia 32 tahun asal kota santri inilah yang memiliki hobi kolektor kitab kuno. Seirama dengan profesinya, pria ini terus mengumpulkan kitab kitab kuno yang sudah menghilang keberadaannya.
 
Pria lulusan Fakultas Satra Universitas Airlangga ini memulai perburuannya terhadap manuskrip kuno sejak akhir tahun 2008. Tidak hanya di Jombang, dirinya mencari kitab-kitab kuno di Kediri, Lamongan dan Nganjuk. Terutama yang dulunya menjadi lokasi pondok pesantren yang telah bubar sebelum tahun 1950.
 
Agus Sulton mengatakan, rata - rata kitab kuno yang didapatkan berasal  dari para keturunan pengasuh pesantren. Selain itu, dari keturunan mantan tukang macapat.  Selama sepuluh tahun ini, koleksi kitab kuno Agus, meliputi kitab  berisi manuskrip tentang pengobatan, ajaran fiqih, tauhid, cerita-cerita babad, serat lukoyanti, serta cerita-cerita nabi hingga syair Nabi Muhammad.
 
Koleksi pria yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Hasyim Asyari Jombang ini  tak hanya berisi  tulisan aksara Jawa. Ada juga manuskrip yang menggunakan aksara pegon dan Arab. Manuskrip kuno yang dimiliki Agus  ini sebagian dibeli, sebagian lagi hanya diberi secara cuma-cuma karena sang pemilik berharap kitab kuno tersebut lebih bermanfaat.(end)
 


Berita Terkait

Dosen yang Jadi Kolektor dan Pemburu Kitab Kuno
Berita Terpopuler
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  3 jam

Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Metropolis  3 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber