Berita Terbaru :
Pemkab Madiun Segera Laksanakan Tes SKB CPNS 2019
Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa
Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara
Jumlah Penderita Capai Jutaan, Ahli Endokrin: Diabetes Juga Pandemi
Foto Terbaru, Tubuh Mike Tyson Ramping, Dadanya Bidang, Bisepnya Kukuh
   

Densus 88 Juga Kejar Penyandang Dana
Peristiwa  Sabtu, 16-06-2018 | 23:30 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, langkah Densus 88 Antiteror menangkap enam terduga teroris di Blitar dan Tulungagung merupakan langkah untuk mencegah aksi teror.

Yang juga dilakukan adalah mengejar penyandang dana dari setiap aksi teror. Namun begitu, hal tersebut merupakan substansi penyelidikan dan penyidikan. "Yang pasti, Densus 88 Antiteror kalau bergerak itu memiliki dasar," ungkapnya.

Anggota Komisi III Adies Kadir mengapresiasi langkah polri yang melakukan penangkapan terhadap terduga teroris.Menurut dia, ketika rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah menyampaikan, perkembangan pengejaran terhadap jaringan teroris yang melakukan peledakan di Surabaya.

Fenomena itu menjadi tantangan bagi aparat pemerintah untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan. Program deradikalisasi harus dilakukan secara sistematis, sehingga bisa mengantisipasi dan mencegah berkembangnya pemikiran radikal itu.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya bisa melibatkan para tokoh agama, dan para ahli dalam menyusun program deradikalisasi. Dengan cara itu, pencegahan dan pemulihan bagi orang-orang yang terindikasi terjangkit paham radikal bisa dilakukan.

Legislator asal dapil Jatim I Surabaya - Sidoarjo itu mengatakan, sudah tidak ada alasan lagi bagi aparat untuk mengeluh kesulitan menangani terorisme.

Sebab, Undang-Undang Terorisme yang baru sudah disahkan. Undang-undang bisa menjadi rujukan dalam penanggulangan terorisme. Baik penindakan, pencegahan, dan penanganan korban.

Orang-orang yang pulang dari luar negeri, khususnya negara-negara konflik dan terindikasi terlibat dalam organisasi teroris, mereka bisa ditangkap. "Kalau hanya kuliah atau kerja, ya tidak bisa ditangkap," jelas politikus Partai Golkar itu. (far/idr/lum/yos)

Berita Terkait

Mengenang 1 Tahun Bom Surabaya Deklarasi Lawan Teroris

Rumah Pelaku Bom Surabaya, Dita Oepriarto Masih Utuh

Cerita Ari Setiawan, Korban Selamat Ledakan Bom Gereja di Surabaya

Jemaat Gereja Santa Maria Tak Bercela Maknai Sebagai Peristiwa Iman
Berita Terpopuler
Foto Terbaru, Tubuh Mike Tyson Ramping, Dadanya Bidang, Bisepnya Kukuh
Olah Raga  4 jam

Jumlah Penderita Capai Jutaan, Ahli Endokrin: Diabetes Juga Pandemi
Life Style  3 jam

Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara
Hukum  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber