Berita Terbaru :
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Densus 88 Juga Kejar Penyandang Dana
Peristiwa  Sabtu, 16-06-2018 | 23:30 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, langkah Densus 88 Antiteror menangkap enam terduga teroris di Blitar dan Tulungagung merupakan langkah untuk mencegah aksi teror.

Yang juga dilakukan adalah mengejar penyandang dana dari setiap aksi teror. Namun begitu, hal tersebut merupakan substansi penyelidikan dan penyidikan. "Yang pasti, Densus 88 Antiteror kalau bergerak itu memiliki dasar," ungkapnya.

Anggota Komisi III Adies Kadir mengapresiasi langkah polri yang melakukan penangkapan terhadap terduga teroris.Menurut dia, ketika rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah menyampaikan, perkembangan pengejaran terhadap jaringan teroris yang melakukan peledakan di Surabaya.

Fenomena itu menjadi tantangan bagi aparat pemerintah untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan. Program deradikalisasi harus dilakukan secara sistematis, sehingga bisa mengantisipasi dan mencegah berkembangnya pemikiran radikal itu.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya bisa melibatkan para tokoh agama, dan para ahli dalam menyusun program deradikalisasi. Dengan cara itu, pencegahan dan pemulihan bagi orang-orang yang terindikasi terjangkit paham radikal bisa dilakukan.

Legislator asal dapil Jatim I Surabaya - Sidoarjo itu mengatakan, sudah tidak ada alasan lagi bagi aparat untuk mengeluh kesulitan menangani terorisme.

Sebab, Undang-Undang Terorisme yang baru sudah disahkan. Undang-undang bisa menjadi rujukan dalam penanggulangan terorisme. Baik penindakan, pencegahan, dan penanganan korban.

Orang-orang yang pulang dari luar negeri, khususnya negara-negara konflik dan terindikasi terlibat dalam organisasi teroris, mereka bisa ditangkap. "Kalau hanya kuliah atau kerja, ya tidak bisa ditangkap," jelas politikus Partai Golkar itu. (far/idr/lum/yos)

Berita Terkait

Mengenang 1 Tahun Bom Surabaya Deklarasi Lawan Teroris

Rumah Pelaku Bom Surabaya, Dita Oepriarto Masih Utuh

Cerita Ari Setiawan, Korban Selamat Ledakan Bom Gereja di Surabaya

Jemaat Gereja Santa Maria Tak Bercela Maknai Sebagai Peristiwa Iman
Berita Terpopuler
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  4 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  1 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber