Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

12 Tahun Semburan Lumpur, Jaya Laksana Tak Masalah Teori Bernoulli Digunakan PPLS
Selasa, 29-05-2018 | 18:35 wib
Oleh : Mujianto Primadi
Surabaya pojokpitu.com, Dalam rangka memperingati 12 tahun semburan lumpur Lapindo, Jaya Laksana, penemu Teori Bernoulli, kembali mendatangi tanggul lumpur Lapindo. Dirinya tidak mempermasalahkan Teori Bernouli selama ini digunakan oleh Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS). Dirinya lebih mementingkan masalah bagaimana semburan lumpur itu bisa berhenti.

Tepat tanggal 29 Mei tahun ini, semburan lumpur Lapindo sudah berlangsung selama 12 tahun, namun hingga saat ini, semburan tersebut tidak kunjung berhenti meski berbagai upaya sudah dilakukan BPLS, yang kini berubah menjadi PPLS.
 
Pada peringatan semburan lumpur yang ke - 12 tahun ini, Jaya Laksana kembali mengingatkan kepada pemerintah agar segera menghentikan semburan lumpur Lapindo dengan menggunakan Teori Bernoulli, karena teori tersebut sudah teruji secara ilmiah.
 
Selain itu, ancaman subsidence yang terjadi setiap tahun, bisa membahayakan infrastruktur serta mengancam korban jiwa di area sekitar semburan lumpur Lapindo. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya menghentikan semburan lumpur dengan Teori Bernoulli, bukan hanya membuang lumpur ke Kali Porong yang justru bisa merusak pencemaran lingkungan.
 
Menurutnya, penanganan yang dilakukan oleh PPLS saat ini sebenarnya hampir sama dengan Teori Bernoulli, yakni dengan melakukan peninggian tanggul agar semburan bisa berhenti. Namun hal tersebut tidak dipermasalahkan olehnya, asalkan pemerintah mengakui secara resmi bahwa teori tersebut adalah Teori Bernoulli.
 
Sebelumnya, pada 12 tahun yang lalu, pengeboran minyak milik Lapindo Brantas di sumur Banjar Panji I mengeluarkan lumpur bercampur air sehingga menenggelamkan hampir tiga kecamatan di Sidoarjo, yakni Porong, Jabon, dan Tanggulangin. Meski berbagai upaya telah dilakukan, namun hingga saat ini semburan tersebut belum berhenti.(end)


Berita Terkait


ESDM Memastikan Gas yang Muncul di Lamongan Akan Hilang Sendiri

Semburan Gas Muncul Dari Sumur Bor Warga Lamongan

2 Hari Dikebut, Pemasangan Separator Kutisari Tuntas

Solusi Semburan Kutisari Akan Dibuatkan Separator


Pakar Geologi ITS Masih Identifikasi Penyebab Munculnya Semburan Lumpur Kutisari

Semburan Lumpur Mengandung Minyak Ditemukan di Kutisari

12 Tahun Semburan Lumpur, Jaya Laksana Tak Masalah Teori Bernoulli Digunakan PPLS

Ada Semburan Lumpur di Lumajang, Malah Jadi Tontonan Warga
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber