Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Ali Fauzi Manzi, mantan narapidana terorisme sekaligus mantan kepala intruktur perakit bom jamaah islamiyah, pada serangan Bali . Foto: Bagus Setiawan
Ali Fauzi Sebut Ada Satu Warga Surabaya yang Berpengaruh Dari Aksi Dita
Minggu, 27-05-2018 | 09:28 wib
Oleh : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Khalid Abu Bakar rupanya bukan satu - satunya guru dari Dita Oepriarto sekeluarga, sebagai orang yang dinilai berpengaruh atas aksi serangan bom bunuh diri di 3 gereja disurabaya beberapa waktu lalu. Akan tetapi ada satu nama orang asal Surabaya, yang dianggap sangat berpengaruh merubah perilaku maupun perbuatan Dita sekeluarga untuk melakukan aksi teror di Surabaya.

Hal ini disampaikan Ali Fauzi Manzi, mantan narapidana terorisme sekaligus mantan kepala intruktur perakit bom jamaah islamiyah, pada serangan Bali 1, saat menjadi pembicara pada kegiatan seminar anti terorisme dikantor PW Muhammadiyah, Sabtu (26/5).

dalam kesempatan tersebut, adik kandung dari pelaku bom bali satu, amrozi dan ali imron ini juga banyak bercerita tentang pengalamannya saat dulu masih aktif di dalam kelompok j-i maupun perannya sebagai kepala instruktur perakit bom, terutama soal perkembangan peristiwa serangan bom di surabaya beberapa waktu lalu.

Bahkan informasinya yang kuat terkait kelompok teroris di Indonesia, membuat pria yang kini menjabat sebagai direktur lingkar perdamaian, di yayasan yang menampung eks napiter dan keluarga teroris, dan kerap dijadikan sumber informasi kepolisian. Begitu juga terkait soal Khalid Abu Bakar yang kini diburu densus 88, yang diduga menjadi guru Dita Oepriarto.

Ali Fauzi menyebut bukan Khalid, tetapi ada satu nama ideolog atau seorang guru sangat berpengaruh terhadap perilaku dan perbuatan dita sekeluarga untuk melakukan serangan bom di 3 gereja.

"Akan tetapi orang warga Surabaya tersebut, lebih dulu meninggal 5 bulan lalu, sebelum Dita sekeluarga melakukan bom bunuh diri," ujar Ali Fauzi.

Sementara, Ali Fauzi juga menyambut baik dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh PW Muhammadiyah dalam memerangi terorisme. Menurutnya sangat tepat, jika Muhmaddiyah dilibatkan dalam penanganan tindak pidana terorisme. 

"Pemikiran moderat Muhamaddiyah, bisa mengcounter kelompok yang berpahaman radikal," imbuhnya. (yos)







Berita Terkait


JAD Dibekukan Karena Terlibat Jaringan Teroris

Alumni Lemhanas Gelar Dialog Ngopi Kebangsaan

Densus 88 Juga Kejar Penyandang Dana

Ali Fauzi Sebut Ada Satu Warga Surabaya yang Berpengaruh Dari Aksi Dita


Begini Upaya Mall Mengundang Pengunjung Pasca Ledakan Bom Surabaya

Indadari Kena Imbas Ledakan Bom Surabaya

Pemkot Surabaya Akan Bantu Korban Bom Surabaya

Korban Bom Surabaya Butuh Bantuan Pemulihan Psikologis

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber