Berita Terbaru :
Rem Blong, Truk Hantam Mobil dan Motor
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
   

Diduga Depresi, Ibu Muda Nekat Panjat Tower
Mataraman  Jum'at, 25-05-2018 | 20:04 wib
Reporter : M.Ramzi
Seroang ibu muda di Magetan, nekat memanjat tower telekomunikasi. Foto: M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Diduga depresi, seroang ibu muda di Magetan, nekat memanjat tower telekomunikasi. Aksi percobaan bunuh diri tersebut, berhasil digagalkan oleh anggota polisi, dengan cara dipancing diberikan uang Rp 300 ribu.

Warga Desa Krajan Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, Jumat (25/5) petang, digegerkan dengan aksi nekat ibu muda, yang memanjat tower telekomunikasi. Aksi ibu muda yang diketahui bernama Evi (22), warga Desa Tanamarum Kecamatan Parang Magetan.

Petugas kepolisian dari Polsek Parang, mencoba merayu ibu muda satu anak ini, dengan didampingi sang Suami, Edy.  Namun  rayuan meminta Evi turun, tak berhasil. Hingga akhirnya, anggota Polsek Parang, menawarkan sejumlah uang kepada pelaku.

Tak berselang lama, Evi tergiur dengan uang sebanyak Rp 300 ribu yang ditawarkan oleh petugas. Iapun turun dari tower telekomunikasi setinggi kurang lebih 30 meter tersebut.

Rupanya, aksi nekat warga asal Dukuh Seruwuh Tamanarum ini, mengundang simpati warga dan pengendara yang lewat. Salah satu pengendara lewat kemudian memberi uang sebanyak Rp 300 ribu rupiah kepada Evi, yang diduga terhimpit persoalan ekonomi tersebut.

Kapolsek Parang, AKP Bayunirbaya, diduga pelaku mengalami depresi, sehingga nekat memanjat tower.

"Pasca berhasil dirayu turun oleh polisi, petugas dari Polsek Parang, langsung mengantar Evi ke rumahnya," ujar AKP Bayunirbaya.

Aksi nekat ini sempat membuat lalu lintas dari Magetan menuju Parang macet. Karena banyaknya pengendara yang lewat berhenti, untuk melihat aksi nekat jelang buka puasa tersebut. (yos)




Berita Terkait

Depresi Suami Meninggal Dunia, Ibu Ajak Anak Panjat Patung Bung Karno 7 Meter

Depresi, Seorang Pemuda Panjat Tower Telekomunikasi

Diduga Depresi, Ibu Muda Nekat Panjat Tower
Berita Terpopuler
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Metropolis  2 jam

Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  12 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  13 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  1 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber