Berita Terbaru :
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
Tutup Selama Pandemi Covid, Pemilik Usaha Water Park Ngawi Rugi Ratusan Juta
Tim Gugus Tugas Tinjau Persiapan Kampus Tangguh
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan Gempa
   

Setelah Lebaran Pertamina Luncurkan Elpiji 3 Kg Nonsubsidi
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 25-05-2018 | 10:25 wib
Reporter :
Foto. dok pojokpitu.com
Jakarta pojokpitu.com, PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan elpiji tiga kilogram nonsubsidi setelah Lebaran. Perusahaan pelat merah itu berharap masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji tiga kg subsidi beralih ke nonsubsidi. Dengan demikian, pembengkakan konsumsi elpiji tiga kg subsidi bisa ditekan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan, produk itu akan diluncurkan pada Juli 2018 mendatang.

"Ini merupakan tindak lanjut dari hasil tes pasar yang telah dilakukan," ujar Nicke, Kamis (24/5).

Menurut dia, produk tersebut dapat mengakomodasi keinginan masyarakat mampu untuk memperoleh elpiji dalam ukuran kecil.

Saat ini produk elpiji nonsubsidi yang paling kecil berbobot lima kg.

Nantinya warna tabung produk baru mirip seperti Bright Gas ukuran 5,5 kg, yaitu merah muda.

Bentuk dan ukuran tabung masih sama dengan elpiji subsidi tiga kg atau elpiji melon.

Pertamina telah menguji coba produk elpiji tersebut sejak akhir tahun lalu.

Uji coba dilakukan di dua tempat. Yakni, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Masud Khamid menyatakan, untuk tahap awal, produksi elpiji nonsubsidi itu bakal disesuaikan dengan kebutuhan.

"Hitungannya belum final. Kami evaluasi market dulu," kata Masud.

Dalam APBN 2018, kuota subsidi elpiji 2018 dipatok 6,450 juta metrik ton (mt) atau Rp 94,53 triliun.

Namun, Pertamina memprediksi hingga akhir tahun ini realisasi subsidi elpiji membengkak dari kuota yang ditetapkan atau mencapai 6,7 juta mt.

Sebab, pemerintah belum menerapkan skema distribusi tertutup elpiji melon kepada masyarakat.

Padahal, skema itu dinilai bisa menekan pemakaian subsidi tiga kg. (vir/c14/fal//jpnn/pul)

Berita Terkait

Pertamina EP Raup Laba Sebesar Rp 8,4 Triliun Sepanjang Tahun 2019

Jelang Nataru, Bagaimana Stok BBM dan Gas Elpiji?

Ezeelink Luncurkan e-Voucher Pertamina

Dirut Pertamina Nicke Widtawati Diperiksa KPK
Berita Terpopuler
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  11 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  5 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  9 jam

Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Kesehatan  9 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber